09/01/2026 | Press release | Distributed by Public on 09/01/2026 07:36
Jakarta - Kementerian Pertahanan kembali menggelar kegiatan Defence Intellectual Management Book Club yang diselenggarakan di Perpustakaan Wawasan Nusantara Kemhan, Jakarta, pada Selasa (1/9/2026). Kegiatan Book Club diselenggarakan sebagai forum strategis untuk memperkuat literasi strategis, wawasan kebangsaan dan pemahaman pertahanan negara.
Kegiatan dipimpin oleh Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Tata Negara, Dr. Kris Wijoyo Soepandji, S.H., M.P.P., dan dihadiri Staf Ahli Menhan RI Bidang Keamanan Mayjen TNI Dr. Immer Hotma Partogi Butarbutar, S.I.P., M.M., yang pada kesempatan tersebut memberikan keynote speech.
Defence Intellectual Management Book Club kali ini mengangkat tema "Tata Kelola Energi dan Sumber Daya Alam Dalam Perspektif Kedaulatan Negara", dengan menghadirkan dua narasumber yakni Anggota Dewan Pertahanan Nasional Bidang Energi Filda Citra Yusgiantoro, S.T., M.B.M., M.B.A., Ph.D., yang memaparkan tema "Tata Kelola Energi & Sumber Daya Alam Dalam Perspektif Kedaulatan Energi", dan Direktur Eksekutif Institute of Energy and Development Studies (IEDS) Rifqi Nuril Huda, S.H., M.H., dengan tema "Tata Kelola Energi dan Sumber Daya Alam dalam Perspektif Ketahanan".
Staf Ahli Menhan RI Bidang Keamanan saat memberikan keynote speech menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menghasilkan ide maupun pemikiran terkait penguatan kedaulatan energi nasional yang juga merupakan bagian dari pertahanan negara khususnya pertahanan nirmiliter. Kedaulatan energi merupakan bagian integral Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta, yang mengintegrasikan komponen pertahanan militer dan nirmiliter.
Sementara itu, Anggota Dewan Pertahanan Nasional Bidang Energi Filda Citra Yusgiantoro, S.T., M.B.M., M.B.A., Ph.D., dalam paparannya menyampaikan bahwa adanya keterkaitan erat antara sektor energi dan pertahanan. Ketersediaan energi sangat vital untuk menopang wilayah perbatasan (3T), serta memperkuat aspek dinamis ketahanan nasional. Untuk mencapai kedaulatan energi, lebih lanjut Filda Citra Yusgiantoro mendorong peningkatan kualifikasi human capital, penguasaan teknologi, perbaikan regulasi agar tidak tumpang tindih, serta penguatan kolaborasi berbagai pihak, antarlembaga dan pelibatan generasi muda.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute of Energy and Development Studies (IEDS) Rifqi Nuril Huda, S.H., M.H., berpendapat bahwa kekayaan sumber daya alam harus dikelola dengan berlandaskan keadilan antar generasi dan kesadaran sejarah, agar potensi besar yang dimiliki Indonesia menjadi sumber kemajuan bangsa. (Biro Infohan Setjen Kemhan)