04/14/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/14/2026 20:20
Jakarta, Indonesia - Foreign Office Consultation (FOC) RI - Banglades ke-2 diselenggarakan di Jakarta pada Senin (13/4). FOC merupakan forum resmi tingkat pejabat senior yang membahas perkembangan seluruh area kerja sama bilateral RI-Banglades.
Sejumlah inisiatif kerja sama konkrit di bidang energi mendapat perhatian khusus teru-tama untuk menyikapi dampak dari ketegangan dan ketidakpastian di kawasan Teluk yang merupakan salah satu sumber utama pasokan energi global, termasuk untuk Indonesia dan Banglades.
Lebih luas lagi, FOC ke-2 menyepakati peningkatan kerja sama konkrit di beberapa bidang, termasuk perdagangan, pertanian, perikanan, kesehatan, konektivitas maritim dan udara, pendidikan, budaya, pertahanan, serta penanggulangan terorisme dan ke-jahatan transnasional.
Pertemuan juga telah membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama di berbagai forum regional dan internasional, antara lain ASEAN, D8, dan PBB.
Dalam sambutan awalnya, Ketua Delri, Dr. Santo Darmosumarto (Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu) menegaskan bahwa kerja sama komprehensif kedua negara menjadi semakin relevan di tengah lansekap global yang diwarnai ketidakpas-tian ekonomi global dan ketegangan geopolitik.
"Karena itu, penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Banglades menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk memastikan ketahanan, keberlanjutan, dan kemakmu-ran bersama", pungkas Dirjen Aspasaf.
Sementara itu, Delegasi Banglades dipimpin oleh Foreign Secretary Kementerian Luar Negeri Banglades, Duta Besar Asad Alam Siam. Masing-masing delegasi juga disertai para pejabat dari Kementerian/Lembaga/BUMN terkait.
Usai memimpin delegasi Banglades pada FOC ke-2, Foreign Secretary Banglades bertemu Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta. Pertemuan mendiskusikan kiprah BUMN dan sektor swasta kedua negara di bidang pangan, energi, dan infrastruktur serta upaya peningkatan kerja sama people-to-people contacts.
FOC merupakan mandat dari MoU antara Kemlu RI dan Kemlu Banglades yang ditandatangani oleh Menlu kedua negara di Dhaka pada 2018. FOC ke-1 dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 secara daring pada 29 April 2021. Nilai dagang RI - Banglades tahun lalu mencapai USD 4 miliar atau tertinggi sepanjang sejarah perdagangan kedua negara.
Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia