04/16/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/16/2026 03:34
Melbourne, Australia - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne terus mendukung mobilitas tenaga kerja profesional kesehatan Indonesia ke mancanegara. Dalam rangka tujuan tersebut, KJRI Melbourne bekerja sama dengan Indonesian Professionals in Healthcare (IPHC) dan PPNI Kabupaten Sumbawa Barat, menyelenggarakan webinar "Pathways and Opportunities for Nurses from Indonesia to Work in Australia" (15/4).
Acara yang diikuti oleh 300 peserta secara hybrid ini menjadi forum lintas negara strategis untuk memetakan peluang kerja di sektor keperawatan Australia melalui jalur yang legal, aman, dan berkelanjutan.
Wakil Konsul Jenderal RI di Melbourne, Jani Sasanti, menyoroti urgensi serta kesempatan bilateral ini. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Australia, kawasan tersebut diproyeksikan akan mengalami kekurangan hingga 123.000 perawat pada tahun 2030. Di negara bagian Victoria saja, kebutuhan tenaga keperawatan meningkat pesat, khususnya di sektor pelayanan lansia dan disabilitas.
"Kolaborasi ini bukan sekadar menjawab kebutuhan pasar kerja, tetapi merupakan instrumen diplomasi ekonomi yang konkret. Kita ingin memastikan bahwa perawat Indonesia memiliki akses informasi yang akurat untuk berkarier di level internasional," ujar Jani Sasanti.
Webinar ini menghadirkan pakar dan praktisi yang memberikan panduan menyeluruh bagi perawat Indonesia. Prof. Lisa McKenna (La Trobe University) memaparkan alur registrasi resmi agar kualifikasi perawat Indonesia diakui di Australia sesuai kerangka kerja sama IA-CEPA. Praktisi Registered Nurse di Australia asal Indonesia, Katarina Constantine dan Fauzia Sarah, berbagi pengalaman nyata mengenai tips transisi budaya kerja serta tantangan teknis di rumah sakit besar di Australia.
Selain aspek ekonomi, inisiatif ini membawa misi pemberdayaan perempuan. Mengingat sekitar 71% tenaga perawat di Indonesia adalah perempuan, akses karier ke Australia dipandang sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat profesional tenaga kesehatan perempuan Indonesia.
Dengan rata-rata penghasilan perawat di Australia yang signifikan, program ini diharapkan dapat menjadi alternatif peningkatan taraf hidup yang terukur dan terlindungi oleh hukum internasional.
Penyelenggaraan webinar ini juga bertepatan dengan momentum menyambut Hari Perawat Internasional 2026 dan HUT ke-52 PPNI. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam mempererat hubungan kemitraan strategis Indonesia dan Australia, khususnya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia menyongsong 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada tahun 2027 mendatang.
Melalui langkah ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya memastikan bahwa setiap WNI yang berkarier di luar negeri mendapatkan perlindungan maksimal melalui jalur migrasi tenaga kerja yang terinstitusionalisasi dengan baik.
Sumber: Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne