Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

05/19/2026 | Press release | Distributed by Public on 05/20/2026 21:10

Antusiasme Warga Jepang Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia Lewat Lokakarya Batik

Berita
Antusiasme Warga Jepang Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia Lewat Lokakarya Batik
Tanggal
19 Mei 2026
Antusiasme Warga Jepang Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia Lewat Lokakarya Batik

Osaka, Jepang - Persahabatan Indonesia - Jepang tidak hanya dibangun melalui kerja sama formal pemerintah, tetapi juga melalui kedekatan hubungan antarmasyarakat. Semangat ini terasa saat warga Jepang berpartisipasi pada Lokakarya Batik yang diselenggarakan KJRI Osaka bersama Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) cabang Jepang pada Sabtu, 16 Mei 2026 di KJRI Osaka.

1 / 8
arrow_back arrow_forward

Osaka, Jepang - Persahabatan Indonesia-Jepang tidak hanya dibangun melalui kerja sama formal pemerintah, tetapi juga melalui kedekatan hubungan antarmasyarakat. Semangat ini terasa saat warga Jepang berpartisipasi pada Lokakarya Batik yang diselenggarakan KJRI Osaka bersama Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) cabang Jepang pada Sabtu, 16 Mei 2026 di KJRI Osaka.

Kegiatan diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pembuanaan bahasa Indonesia melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dipadukan dengan pengalaman budaya secara langsung atau experiential learning. Acara diikuti oleh 28 orang WN Jepang yang merupakan alumni peserta Kursus Bahasa Indonesia (KBI) KJRI Osaka & APPBIPA Jepang serta masyarakat Jepang di wilayah Kansai dan sekitarnya.

Hadir sebagai fasilitator kegiatan yaitu Intan Rawit Sapanti, Resnery Daulay, dan Hana Farida yang merupakan dosen pada Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tengah melakukan program pengabdian masyarakat internasional di Jepang.

Lokakarya Batik dibuka secara resmi oleh Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KJRI Osaka, Anak Agung Ngurah Andy Laksmana, mewakili Konsul Jenderal RI Osaka. Dalam sambutan pembukaan, disampaikan apresiasi kepada APPBIPA Jepang, mitra pengajar dari UAD, serta seluruh peserta yang menunjukkan minat dan semangat tinggi dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.

"Pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya tentang kemampuan linguistik, tetapi juga menjadi jembatan untuk memahami budaya, nilai, dan masyarakat Indonesia secara lebih dekat. Melalui kegiatan seperti ini, para peserta dapat belajar bahasa sekaligus merasakan langsung pengalaman budaya Indonesia", ujar Konsul Andy Laksmana.

Kegiatan dibagi ke dalam dua sesi utama, yaitu sesi edukasi budaya dan sesi praktik membatik. Pada sesi edukasi, para peserta memperoleh pemaparan mengenai pengenalan batik, sejarah perkembangan batik di Indonesia, filosofi berbagai motif tradisional tanah air, hingga makna simbolis di balik ragam hias batik.

Suasana semakin interaktif saat para peserta memasuki sesi praktik membatik. Untuk pertama kalinya, sebagian besar peserta mencoba menggunakan canting dan malam panas di atas kain yang telah disiapkan fasilitator. Dengan penuh antusiasme, para peserta membuat dan mewarnai motif bertema Indonesia dan Jepang sambil dibimbing langsung oleh para pengajar.

Kegiatan lokakarya dirancang sebagai bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Para fasilitator menggunakan bahasa Indonesia sederhana dalam menyampaikan paparan maupun instruksi selama sesi praktik sehingga peserta dapat langsung memahami dan mempraktikkan kosakata yang dipelajari.

Selain membatik, pengenalan budaya Indonesia juga dilakukan melalui sajian kuliner khas Nusantara yang dinikmati bersama para peserta. Suasana lokakarya berlangsung hangat dan akrab, dengan beberapa peserta datang mengenakan batik maupun aksesori bernuansa Indonesia serta aktif mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia sederhana.

Secara umum lokakarya berlangsung lancar dan mendapatkan respons sangat positif dari para peserta. Banyak peserta menyampaikan bahwa pengalaman membatik secara langsung membuat pembelajaran bahasa Indonesia terasa lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan lebih mudah diingat karena dapat langsung dipraktikkan dalam aktivitas membatik.

Sumber: Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on May 19, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on May 21, 2026 at 03:10 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]