04/07/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/06/2026 21:53
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1541 |
-0.10% |
|
GBPUSD |
1.3238 |
-0.13% |
|
AUDUSD |
0.6916 |
-0.14% |
|
NZDUSD |
0.5714 |
-0.32% |
|
USDJPY |
159.69 |
0.11% |
|
USDCHF |
0.7981 |
0.19% |
|
USDCAD |
1.3910 |
0.10% |
|
GOLDUD |
4,661.75 |
-0.30% |
|
COFU |
112.62 |
2.36% |
|
USD/IDR |
17,032 |
0.00% |
Selasa, 07 April 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh beragam sentimen positif terutama dari potensi eskalasi lebih lanjut perang Iran dan meredupnya harapan tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengancam akan menyerang infrastruktur sipil di Teheran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum tenggat waktu yang disampaikan sebelumnya yaitu hari Selasa pukul 8:00 malam ET. Ancaman Trump tersebut mengisyaratkan bahwa AS masih sangat bergantung pada minyak yang melewati Selat Hormuz, dan sekaligus mengindikasikan potensi tetap memanasnya konflik di wilayah Timur Tengah.
Sinyal eskalasi lebih lanjut perang Iran juga datang dari pernyataan sikap Teheran yang menolak gencatan senjata 45 hari yang diusulkan oleh mediator Pakistan pada hari Senin. Kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdousi Pour, menegaskan bahwa Iran hanya akan menerima penghentian perang secara permanen, dan menolak tekanan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Dukungan lainnya dari keputusan Saudi Aramco yang pada hari Senin mengumumkan kenaikan harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab Light ke Asia untuk pengiriman Mei, sebesar $17 per barel dari bulan sebelumnya.
Turut menambah kekhawatiran di sisi pasokan, Rusia pada hari Senin mengatakan drone Ukraina menyerang terminal Konsorsium Pipa Kaspia di Laut Hitam, yang menangani 1,5% pasokan minyak global. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada infrastruktur pemuatan dan tangki penyimpanan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $118 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $113 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
19:30 |
USA - Durable Goods Orders MoM |
-0.5% |
0% |
|
|
21:10 |
USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
48.1 |
47.5 |
|
|
22:00 |
USA - Consumer Inflation Expectations |
3.7% |
3% |