Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

03/20/2026 | Press release | Archived content

KBRI Beijing Perkuat Kerja Sama AI, Pertanian Cerdas, dan Pendidikan dengan Guangxi

Berita
KBRI Beijing Perkuat Kerja Sama AI, Pertanian Cerdas, dan Pendidikan dengan Guangxi
Tanggal
20 Maret 2026
KBRI Beijing Perkuat Kerja Sama AI, Pertanian Cerdas, dan Pendidikan dengan Guangxi

Duta besar RI, Djauhari Oratmangun, mendorong penguatan kerja sama perdagangan dan investasi serta kemitraan di bidang AI, pertanian dan pendidikan antara Indonesia dengan Guangxi. Dubes Djauhari menekankan berbagai prioritas kerja sama tersebut saat menerima delegasi Sekretaris Komite Partai Komunis Tiongkok (PKT) wilayah Guanxi, Y.M. Chen Gang, di KBRI Beijing, 13 Maret 2026 lalu.

1 / 4
arrow_back arrow_forward

Guangxi, Tiongkok - Indonesia memprioritaskan penguatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Guangxi, kemitraan di bidang AI, pertanian, dan pendidikan. Dubes RI Beijing, Djauhari Oratmangun menekankan berbagai prioritas kerja sama tersebut saat menerima delegasi Sekretaris Komite Partai Komunis Tiongkok (PKT) wilayah Guanxi, Y.M. Chen Gang, di KBRI Beijing (13/3).

"Guangxi memiliki potensi besar di bidang AI yang tidak hanya bermanfaat dalam pengembangan pertanian cerdas, tapi juga bidang kesehatan dan budaya serta pariwisata. Karena itu, ke depan, saya ingin terus mendorong penguatan kemitraan di bidang-bidang tersebut dengan Guangxi", ujar Dubes Djauhari sembari menekankan bahwa bidang-bidang tersebut sangat strategis bagi pembangunan Indonesia.

Kerja sama antara Indonesia-Guangxi saat ini terus meningkat. "Tahun lalu misalnya, perdagangan Indonesia dan Guangxi meningkat 40%, mencapai USD 4,73 miliar. Banyak juga perusahaan dari Guangxi yang telah berinvestasi di Indonesia, seperti di bidang transportasi hijau dan juga produksi mesin alat konstruksi dan alat berat", tegas Dubes Djauhari.

Penguatan kemitraan Indonesia dan Guangxi juga didukung dengan semakin intensifnya koneksi people-to-people, termasuk melalui kerja sama pendidikan. Di tahun 2024, Indonesia dan Wilayah Otonomi Khusus Guangxi telah menandatangani kerja sama bidang pendidikan vokasi. Melalui kerja sama ini, berbagai Universitas dan Politeknik Indonesia dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan Guangxi melali skema investasi dan penguatan kapasitas teknis vokasi.

Sekretaris Komite PKT, Chen Gang menyambut positif berbagai usulan kerja sama konkret dan strategis tersebut. Ditekannya bahwa peluang-peluang tersebut sejalan dengan potensi Guangxi.

Pada bidang AI misalnya, menurut Cheng Gang, sektor ini telah berkembang pesat di Guangxi. Bukan hanya di sektor industri, AI telah dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan produksi pertanian, identifikasi hama penyakit dan pemberantasan penyakit tanaman secara cepat. Pemanfaat ini akan dapat mendukung ketahanan pangan.

"Di kota Nanning, Ibu kota Guangxi, juga telah didirikan Pusat Aplikasi AI ASEAN-Tiongkok yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan di bidang AI, baik dengan Indonesia maupun ASEAN", ungkap Sekretaris Komite PKT.

Penguatan Kemitraan ASEAN-Guangxi

Selain potensi besar penguatan kerja sama di bidang bilateral, Guangxi juga menjadi penghubung penting kemitraan Tiongkok-ASEAN, yang merupakan mitra dagang terbesar Tiongkok. Tahun 2025, volume perdagangan ASEAN-Tiongkok telah mencapai USD 1 triliun. Nilai investasi dua arah juga mencapai USD 450 miliar. Guangxi, yang berbatasan langsung dengan Viet Nam, turut menunjang peran sebagai pintu masuk strategis.

"Dapat dikatakan bahwa Guangxi menjadi pintu utama hubungan ASEAN-Tiongkok, termasuk melalui penyelenggaraan ASEAN-China Expo (CA Expo) setiap tahun di kota Nanning, Ibukota Guangxi. CA Expo telah memainkan peran strategis dalam mendukung penguatan kerja sama perdagangan ASEAN-Tiongkok." ungkap Dubes RI.

Menurut Sekretaris Komite PKT, CA Expo terus berinovasi, termasuk dengan mendorong perdagangan produk-produk berteknologi tinggi. Sekretaris Komite PKT Guangxi juga secara khusus mengundang Dubes RI dan Wakil Dubes RI untuk kembali menghadiri CA Expo tahun ini di bulan September.

"Selain menghadiri CA Expo, saya juga ingin mengundang Duta Besar bersama Wakil Duta Besar (negara-negara ASEAN) untuk mengunjungi berbagai kawasan industri dan juga pertanian cerdas di Guangxi, sehingga kerja sama di bidang tersebut dapat terealisasikan".

Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on March 20, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 27, 2026 at 01:52 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]