04/18/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/18/2026 20:19
Karachi, 18 April 2026 - Konsul Jenderal RI di Karachi, Bapak Mudzakir, melepas kepulangan 3 orang WNI yang menjadi korban insiden kapal MV Gold Autumn yang terjadi pada tanggal 7 April 2026 di Laut Arab. Sebagai upaya perlindungan, KJRI Karachi telah melakukan berbagai langkah responsif guna memastikan keselamatan serta pemenuhan hak-hak para ABK WNI yang terdampak.
Sejak 10 April 2026, KJRI Karachi secara proaktif melakukan upaya jemput bola dengan memberikan pendampingan intensif kepada tiga orang ABK WNI. Langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain fasilitasi penerbitan paspor pengganti, penerbitan surat keterangan kehilangan, serta pengurusan berbagai dokumen penting lainnya yang diperlukan untuk proses pemulangan. Selain itu, KJRI Karachi juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para korban selama masa penanganan di Karachi.
Dalam rangka mempercepat proses pemulangan, KJRI Karachi menjalin koordinasi secara intensif dengan berbagai instansi terkait, baik di Pakistan maupun di Indonesia, termasuk dengan agen kapal terkait. Upaya perlindungan ini dilakukan guna memastikan kelancaran proses administrasi serta terpenuhinya hak-hak para ABK sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Setelah menunggu proses penyelesaian dokumen ABK dari beberapa negara lain selama kurang lebih satu minggu, tiga orang ABK WNI dijadwalkan untuk kembali ke Indonesia dari Karachi pada tanggal 18 April 2026 dan diharapkan tiba di tanah air pada 19 April 2026.
KJRI Karachi akan terus berkoordinasi dengan Direktorat Pelindungan WNI, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI serta pihak terkait lainnya serta memantau proses pemulangan hingga para WNI tersebut tiba dengan selamat di tanah air. KJRI Karachi dan Kemlu RI juga terus berupaya memastikan tindak lanjut pemenuhan hak-hak mereka.
Ketiga WNI menyampaikan apresiasi atas bantuan dan hospitality dari otoritas terkait di Pakistan serta respon cepat dan fasilitasi dari KJRI Karachi.
KJRI Karachi juga mengimbau kepada seluruh WNI, khususnya yang bekerja di sektor pelayaran, untuk selalu memastikan menyimpan salinan lunak dokumen pribadi, menyimpan nomor kontak penting serta menghubungi perwakilan RI terdekat sekiranya terjadi permasalahan atau kondisi darurat saat bertugas.
Sumber: Konsulat Jenderal RI di Karachi, Pakistan