04/28/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/27/2026 21:34
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1721 |
-0.07% |
|
GBPUSD |
1.3540 |
-0.13% |
|
AUDUSD |
0.7183 |
-0.11% |
|
NZDUSD |
0.5907 |
-0.12% |
|
USDJPY |
159.44 |
0.06% |
|
USDCHF |
0.7854 |
0.15% |
|
USDCAD |
1.3626 |
0.07% |
|
GOLDUD |
4,682.58 |
-0.13% |
|
COFU |
96.67 |
0.67% |
|
USD/IDR |
17,171 |
0.33% |
Selasa, 28 April 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bullish didukung oleh sentimen dari terhentinya perundingan damai AS - Iran, dan blokade yang masih berlangsung di jalur Selat Hormuz. Selain itu, data ekonomi terbaru China yang positif juga turut mendukung harga minyak.
Presiden AS Donald Trump tidak menyukai proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan perang karena mengesampingkan pembahasan program nuklir Teheran, padahal isu nuklir harus ditangani sejak awal, kata seorang pejabat AS pada hari Senin. Dari Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, menuduh AS telah melakukan pembajakan dan perampokan bersenjata di laut lepas secara terang-terangan pasca angkatan laut AS mencegat kapal tanker minyak Iran.
Masih dari timur Tengah, data pelacakan kapal terbaru menunjukkan gangguan yang masih berlangsung di jalur Selat Hormuz. Setidaknya tujuh kapal - sebagian besar kapal kargo curah kering - telah melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, jauh dari rata-rata 125 hingga 140 kapal yang melintasi selat tersebut setiap hari sebelum dimulainya perang Iran, menurut data yang dirilis hari Senin. Selain itu, enam kapal tanker yang bermuatan minyak Teheran telah dipaksa kembali ke Iran oleh blokade AS dalam beberapa hari terakhir, tambahnya.
Dukungan lainnya datang dari laba sektor industri China yang melonjak 15,8% dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan Maret, menandai pertumbuhan paling tajam sejak September tahun lalu, ungkap data yang dirilis Biro Statistik Nasional pada hari Senin. Pertumbuhan yang terjadi di tengah berlangsungnya perang Iran yang mengganggu pasokan minyak global dan menyebabkan biaya bahan baku melonjak tersebut memicu harapan akan permintaan yang tetap kuat di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $100 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $95 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
20:00 |
USA - S&P/Case Shiller Home Price YoY |
1.1% |
1.2% |
|
|
20:00 |
USA - Home Price Index MoM |
0.2% |
0.1% |
|
|
21:00 |
USA - CB Consumer Confidence |
89.2 |
91.8 |