09/04/2026 | Press release | Distributed by Public on 09/04/2026 02:28
Vladivostok, Rusia - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali prinsip politik luar negeri yang independen, non-blok, serta mendorong perdagangan yang adil bagi semua negara pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia (3/9).
Presiden menyoroti Samudra Pasifik sebagai jalan raya ekonomi yang menjembatani Indonesia dan Rusia. Untuk merealisasikannya, Pemerintah RI mendorong pembentukan rute perhubungan langsung, baik penerbangan maupun perkapalan.
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin mengakui posisi strategis Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia dengan populasi Muslim terbanyak. "Kebijakan apa pun di belahan dunia mana pun sudah sepatutnya memperhitungkan keberadaan Indonesia," tegas Putin.
Dalam kunjungan kerja ini turut dibahas sejumlah peluang kerja sama pada sektor pertanian, energi, mineral, pertahanan, hingga perkapalan. Salah satu tindak lanjut konkret adalah penandatanganan joint study PT Pupuk Indonesia untuk peluang investasi pabrik urea di Vladivostok. Sebaliknya, Rusia menawarkan kapal penangkap ikan mutakhir sepanjang lebih dari 102 meter berteknologi pengolahan terpadu.
Guna memperkuat investasi, Presiden Prabowo turut menawarkan Danantara sebagai jembatan modal dan mendorong kolaborasi bersama Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk langsung membiayai proyek prospektif. Beliau juga mengajak perusahaan Rusia menjadikan Indonesia sebagai pintu masuk ke pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menargetkan penggandaan nilai perdagangan bilateral melalui Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Indonesia-EAEU yang dijadwalkan berlaku awal 2027. Ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025, perjanjian ini memangkas tarif atas lebih dari 90% barang dagangan (11.882 pos tarif).
"Mari pastikan setiap kesepakatan di Vladivostok menghasilkan dampak nyata. Di saat pihak lain membangun tembok, kita justru membangun jembatan kerja sama demi kesejahteraan rakyat," pungkas Presiden Prabowo.
Melalui penguatan kerja sama strategis ini, Indonesia dan Rusia menegaskan komitmen untuk terus membangun jembatan kolaborasi ekonomi yang konkret dan saling menguntungkan. Di tengah tantangan ketidakpastian global, kemitraan yang erat ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara, tetapi juga memberi dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Presiden Prabowo hadir di EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin. EEF ke-11 mengangkat tema "The Far East: Development for the Benefit of the People" yang dihadiri oleh sektor pemerintahan, bisnis, dan ahli dari berbagai negara.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden