Ministry of Commerce of the Republic of Indonesia

08/20/2026 | Press release | Distributed by Public on 08/20/2026 08:29

Mendag Busan Beri Kuliah Umum di Univet Bantara Sukoharjo, Dorong Mahasiswa Rintis Usaha dan Jadi Eksportir

Sukoharjo, 20 Agustus 2026 - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong mahasiswa untuk merintis usaha dan menjajaki peluang menjadi eksportir. Ia berharap, semakin banyak mahasiswa yang menjawab panggilan untuk berwirausaha dan mempelajari seluk-beluk perdagangan luar negeri.

Hal ini disampaikan Mendag Busan saat memberikan kuliah umum di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis, (20/8). Dalam kuliah umum tersebut, Mendag Busan memperkenalkan Program Campuspreneur, sebuah program yang mendorong mahasiswa untuk belajar menjadi pelaku usaha dan eksportir.

"Kami ingin adik-adik setelah lulus tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan, kami ingin adik-adik belajar menjadi eksportir ketika masih kuliah, sehingga ketika lulus nanti bisa menjadi eksportir yang siap," ujar Mendag Busan.

Mendag Busan mengatakan, kampus dapat menjadi wadah vital dalam membina mahasiswa untuk berwirausaha dan menghasilkan produk yang memiliki potensi ekspor. Untuk itu, Kemendag menyambut dengan tangan terbuka kampus-kampus yang ingin bergabung dalam program Campuspreneur. "Syaratnya cuma satu, kampus punya binaan UMKM yang produknya bagus. Dengan itu, sudah bisa bergabung dalam Program Campuspreneur," jelas Mendag Busan.

Kemendag dapat menindaklanjuti potensi wirausahawan kampus dengan memberikan pelatihan dan membuka akses kepada calon buyer dari pasar internasional. Mahasiswa yang ikut serta dalam pelatihan di Campuspreneur bisa belajar mempersiapkan produk berkualitas, memahami kebutuhan pasar, hingga berkomunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri.

Selain membuka peluang ekspor dari kampus dengan Campuspreneur, Kemendag juga membuka kesempatan magang bagi mahasiswa di kantor perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Melalui program tersebut, mahasiswa dapat belajar mencari calon pembeli dan memahami pasar negara tujuan ekspor di lingkungan bisnis yang nyata. "Kami persilakan mahasiswa belajar mencari buyer dengan cara magang di kantor perwakilan perdagangan," kata Mendag Busan.

Lebih lanjut, Mendag Busan menyampaikan, Kemendag juga mempunyai Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Program ini terus diperkuat melalui penjajakan kerja sama bisnis (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan calon buyer dari luar negeri. Mayoritas business matching dilakukan tanpa pertemuan fisik, alih-alih konferensi virtual.

Pada Januari-Juli 2026, UMKM BISA Ekspor mencatatkan pesanan pembelian dan potensi transaksi hingga sekitar USD 333,68 juta. Dengan memanfaatkan teknologi pertemuan virtual, UMKM BISA Ekspor dapat menjadi salah satu pintu UMKM Indonesia untuk menembus pasar global.

Mendag Busan juga mengajak Univet Bantara untuk melihat pameran dagang sebagai sarana promosi penting dalam berniaga. Oleh karena itu, ia mengundang mahasiswa dan UMKM di Univet Bantara untuk memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. "Kami ajak wirausaha dan UMKM dari kampus untuk mengikuti pameran di Trade Expo Indonesia. Kami harap, semakin banyak mahasiswa yang memanfaatkannya untuk belajar menjadi eksportir," kata Mendag Busan.

Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Farida Nugrahani, mengapresiasi kunjungan Mendag Busan kali ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempertemukan dunia akademik dengan kebijakan perdagangan nasional. Kegiatan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan dan perdagangan internasional.

"Kami berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat mencetak calon pencari kerja, tetapi juga melahirkan pencipta lapangan kerja, inovator, wirausaha, dan eksportir muda. Kami berharap, momentum ini menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret dengan Univet Bantara, khususnya dalam pengembangan eksportir muda, pelatihan perdagangan internasional, riset kebijakan perdagangan, serta pemberian pengalaman kepada mahasiswa di bidang perdagangan luar negeri," ujar Rektor Univet Bantara.

Salah satu peserta kuliah umum, Dea mengaku mendapatkan banyak wawasan dari kuliah umum. Ia saat ini memiliki usaha kue kering seperti nastar klasik, kue singkong, dan cornflakes coklat. Dea berharap akan mendapat pendampingan lebih lanjut terkait pengembangan produk untuk pasar ekspor, khususnya mengenai pengemasan dan peningkatan kualitas produk. "Kami mendapat banyak ilmu, terutama tentang pengemasan dan cara mempersiapkan produk yang berkualitas untuk ekspor. Kami berharap bisa terus belajar ekspor dalam Campuspreneur dan TEI," ujar Dea.

Berikan Motivasi Siswa Sekolah Rakyat Sukoharjo

Sebelum memberikan kuliah umum di Univet Bantara, Mendag Busan mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo di Sukoharjo, Jawa Tengah. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang sama, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui fasilitas pendidikan dan asrama yang dibiayai negara, ia berharap Sekolah Rakyat dapat memutus rantai kemiskinan struktural dengan memberikan akses pendidikan sekaligus dukungan kebutuhan dasar kepada peserta didik.

"Tidak boleh ada anak yang putus sekolah. Pemerintah hadir untuk memastikan siapa pun orang tuanya dan apa pun kemampuan ekonominya, anak-anak harus sekolah dan mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita," kata Mendag Busan.

Dalam kunjungan ini, Mendag Busan memberikan motivasi dan inspirasi kepada para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo. Ia mengajak siswa untuk belajar dengan tekun dan berani meraih cita-cita. Mendag Busan juga membagikan pengalaman masa kecilnya di Sukoharjo saat menempuh pendidikan dengan berbagai keterbatasan. "Mudah-mudahan adik-adik nanti banyak yang menjadi menteri, menjadi pengusaha, dan profesi lainnya. Syaratnya, harus belajar dengan rajin," pungkas Mendag Busan.

Ministry of Commerce of the Republic of Indonesia published this content on August 20, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on August 20, 2026 at 14:29 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]