Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

06/07/2026 | Press release | Distributed by Public on 06/07/2026 10:33

Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif pada Joint Commission Meeting ke-8

Berita
Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif pada Joint Commission Meeting ke-8
Tanggal
7 Juni 2026
Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif pada Joint Commission Meeting ke-8

Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar, sepakat memperkuat kemitraan di sektor perdagangan, investasi, dan industri strategis dalam pertemuan Joint Commission Meeting (JCM) ke-8 di New Delhi, India (7/6). Pertemuan ini juga menandai persiapan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia yang dijadwalkan pada Juli 2026.

1 / 5
arrow_back arrow_forward

New Delhi, India - Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar, sepakat memperkuat kemitraan di sektor perdagangan, investasi, dan industri strategis dalam pertemuan Joint Commission Meeting (JCM) ke-8 di New Delhi, India (7/6). Pertemuan ini juga menandai persiapan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia yang dijadwalkan pada Juli 2026.

Kedua Menteri Luar Negeri membahas penguatan kerja sama bilateral dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif antara kedua negara, mencakup bidang pertahanan, keamanan, kemaritiman, perdagangan, kesehatan, ketahanan pangan, konektivitas digital, sains dan teknologi, serta pariwisata dan kebudayaan.

Beberapa prioritas yang didorong dalam pertemuan meliputi perundingan preferential trade agreement (PTA), konektivitas sistem pembayaran digital, kerja sama hilirisasi industri strategis, pemulihan cagar budaya Indonesia, serta pendidikan tenaga kesehatan. "Kemitraan Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan," tegas Menlu Sugiono.

Sebagai mitra dalam jalur perdagangan laut, Indonesia dan India memiliki kesamaan pandangan untuk memperkuat konektivitas maritim, termasuk melalui kemungkinan pengembangan pelabuhan Sabang. Upaya seperti ini harapannya dapat semakin mendukung peningkatan perdagangan bilateral RI-India, yang tahun lalu mencapai USD 23,16 milyar.

Dibahas pula mengenai kerja sama dalam penguatan ketahanan pangan dan ketahanan energi. Diantaranya harapan India untuk mendapatkan pasokan pupuk dari Indonesia. Selain itu, kedua Menlu juga bertukar pandangan mengenai potensi kerja sama kesehatan serta keuangan, termasuk melalui pengembangan kerja sama payment antara QRIS dan Unified Payment Interface (UPI).

Di luar agenda bilateral, kedua pihak juga membahas perkembangan kawasan dan global. Keduanya mencermati kondisi geopolitik yang berdampak terhadap ketahanan ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia dan India. Sebagai dua demokrasi besar di Asia, Indonesia dan India memiliki peran strategis dalam mendorong kawasan Indo-Pasifik yang stabil dan damai.

JCM merupakan forum bilateral tingkat Menteri Luar Negeri yang pertama kali digelar di Yogyakarta pada 2003. JCM RI-India ke-9 direncanakan untuk diadakan di Jakarta. Hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin sejak 1949, dan keduanya termasuk pendiri Konferensi Asia-Afrika (1955) dan Gerakan Non-Blok (1961). Kedekatan kedua negara terus berlanjut hingga saat ini, terbukti dengan keikutsertaan Indonesia dalam BRICS pada tahun 2025.

Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on June 07, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on June 07, 2026 at 16:33 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]