PT SMART Tbk

03/12/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/11/2026 21:05

Mendorong Kemandirian Desa Lewat Budidaya Lele Berbasis Teknologi

Tiga tahun berjalan, program ini hadir untuk memberdayakan kelompok budidaya lele dan mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

Ketapang, Kalimantan Barat & Lahat, Sumatra Selatan, 12 Maret 2026 - Program pemberdayaan masyarakat di Desa Biku Sarana Kecamatan Jelai Hulu dan Desa Sengkuang Merabong, Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terus diperkuat melalui pengembangan budidaya lele berbasis teknologi dan penguatan UMKM lokal. Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, program ini berfokus pada peningkatan kapasitas kelompok budidaya serta pengolahan produk turunan ikan lele guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan terbaru mencakup pelatihan penyegaran pembuatan pakan alternatif untuk dua kelompok budidaya lele, dengan total anggota 15 orang. Pelatihan difasilitasi oleh narasumber dari Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengolah bahan baku lokal menjadi pakan lele yang lebih ekonomis dan sesuai kebutuhan nutrisi ikan.

Selain pelatihan, kelompok budidaya juga menerima bantuan mesin pembuat pelet pakan alternatif untuk mengolah bahan baku lokal menjadi pakan lele yang lebih efisien. Dukungan teknologi ini diharapkan dapat menekan biaya pakan yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kegiatan budidaya.

Saat ini, kelompok budidaya lele di Desa Biku Sarana mengelola enam kolam dengan kapasitas produksi lele sekitar 6000 bibit dengan rata-rata produksi mencapai 750 kg/ siklus. Sementara kelompok di Desa Sengkuang Merabong mencatat produksi rata-rata 212 kg per siklus dari 2 kolam budidaya kapasitas masing-masing 1000 ekor. Dengan peningkatan kapasitas dan dukungan teknologi, kedua kelompok diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi operasional.

Ketua TP PKK Desa Biku Sarana, Ibu Lili Yen menyampaikan apresiasinya atas peningkatan kapasitas ini. "Pelatihan ini sangat membantu masyarakat kami untuk menjadi lebih mandiri. Mesin pelet dan pengetahuan baru ini membuka peluang bagi kelompok untuk mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil budidaya," ujarnya.

Selain penguatan budidaya, program ini juga mendukung pengembangan UMKM melalui kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Biku Sarana yang mengelola UMKM Si Lele. Peserta memperoleh pelatihan pengolahan produk turunan ikan lele, termasuk resep baru Stick Si Lele yang lebih hemat biaya produksi dan menghasilkan tekstur lebih renyah serta kompetitif di pasar.

Salah satu peserta pelatihan UMKM, Ibu Risnawati, berbagi pengalamannya dalam mengikuti pelatihan. "Kami senang sekali mendapatkan resep baru dan cara pengolahan yang lebih efisien. Produk kami jadi lebih enak dan punya peluang untuk dipasarkan lebih luas," jelasnya.

Program budidaya lele dan UMKM Si Lele telah berjalan sejak tahun 2024, sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat desa. Bantuan awal mencakup pengadaan unit kolam, bibit lele, pakan, pendampingan teknis budidaya, pelatihan pengolahan produk turunan, serta dukungan promosi melalui pameran UMKM. Program ini memiliki siklus produksi dua kali setahun dengan total produksi tahunan sekitar 2 ton.

Ke depan, kegiatan monitoring dan dukungan pemasaran akan tetap dilakukan guna memastikan keberlanjutan usaha budidaya dan pengembangan produk UMKM berbasis potensi lokal.

Perluasan Model Pemberdayaan ke Wilayah Lain

Model pemberdayaan serupa juga mulai diterapkan di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, melalui inisiatif PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food. Program ini menjangkau tiga desa yaitu Tanjung Baru, Beringin Jaya, dan Jajaran Lama, di mana masing-masing wilayah membentuk satu kelompok budidaya dengan total 30 peserta.

Program di Sumatra Selatan diawali dengan dukungan berupa 13 ribu ekor bibit lele per kelompok, disertai dengan fasilitas sarana produksi, pelatihan, dan pendampingan teknis budidaya. Para peserta juga mempelajari metode Green Water System (GWS), yakni sistem pengelolaan kualitas air kolam yang membantu menjaga stabilitas lingkungan budidaya serta menekan risiko penyakit, sehingga operasional menjadi lebih efisien.

Penebaran bibit lele oleh perwakilan PT Sawit Mas Sejahtera bersama pemangku kepentingan setempat dalam program pemberdayaan budidaya lele

Fasilitator budidaya lele di Lahat, Abdil Musaddad, menjelaskan program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong swasembada ikan konsumsi di wilayah tersebut. Saat ini, kebutuhan ikan konsumsi masih banyak dipasok dari luar daerah.

"Kebutuhan ikan konsumsi di Lahat masih sangat besar, sehingga budidaya seperti ini memiliki peluang pasar yang baik sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," ujar dia.

Abdil berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan kelompok budidaya dapat terus memperkuat pengembangan usaha ini. Dukungan tersebut penting agar kelompok budidaya mampu meningkatkan kapasitas produksi.

"Target kami dalam waktu sekitar dua tahun kelompok budidaya ini sudah bisa mandiri dan tetap menjalankan usaha budidaya secara berkelanjutan," tutur dia.

Program pemberdayaan masyarakat di kedua wilayah merupakan bagian dari Bright Future Initiative, jaringan akselerasi UMKM Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah membantu 113 UMKM dalam merealisasikan dan mengembangkan 189 proyek di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia. Melalui inisiatif ini, perusahaan berharap dapat terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat penerima manfaat serta kemandirian usaha berbasis potensi lokal.

Suka 0
PT SMART Tbk published this content on March 12, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 12, 2026 at 03:05 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]