03/23/2026 | News release | Archived content
Jakarta - Dunia pendidikan terus berevolusi, di mana integrasi teknologi menjadi elemen kunci dalam menjaga keterlibatan siswa di ruang kelas. Sebuah studi dari EdTech pada tahun 2012 mengungkapkan bahwa video games dapat menjadi instrumen yang sangat efektif dalam lingkungan belajar, mengingat 91% anak usia sekolah telah familiar dengan permainan digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan bukan sekadar tren, melainkan jembatan yang mampu menyelaraskan gaya belajar generasi digital dengan materi ajar, sehingga proses transfer ilmu menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Merespon hal tersebut, Telkom Indonesia hadir untuk mendukung transformasi metode pengajaran yang lebih inovatif. Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kualitas pendidikan nasional, Telkom Indonesia sukses menyelenggarakan webinar bertajuk "Kelas Anti-Ngantuk: Ubah Materi Pembelajaran Menjadi Game Digital Interaktif" pada Sabtu, 7 Maret 2026. Program ini dirancang khusus sebagai wadah edukasi bagi tenaga pendidik untuk mentransformasi materi ajar yang monoton menjadi pengalaman belajar yang dinamis, sekaligus memberikan keterampilan teknis bagi guru untuk merancang permainan edukatif sendiri hanya dengan bantuan teknologi prompt di Canva.
Dalam pelaksanaannya yang dilakukan secara daring melalui platform Zoom, kegiatan ini diikuti oleh 130 peserta yang antusias dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Selama sesi berlangsung, para peserta dibekali dengan strategi praktis dalam mengintegrasikan elemen gamification ke dalam kurikulum kelas. Fokus utama materi mencakup teknik menyusun prompt yang efektif untuk menghasilkan aset visual game, cara mengemas materi pelajaran menjadi kuis interaktif, hingga tips agar proses pembelajaran tetap substansial namun terasa menyenangkan bagi siswa.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan "Peran pendidik berpengaruh pada dinamika yang terjadi di masyarakat. Guru adalah garda terdepan dalam membentuk masa depan digital bangsa. Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa teknologi tidak hadir sebagai beban, melainkan sebagai teman kreatif bagi pendidik untuk membuat kelas lebih hidup. Harapan kami, para guru dapat terus menjadi motor penggerak bagi murid-muridnya dalam mengeksplorasi ilmu dengan cara yang lebih relevan dan menyenangkan, yang pada akhirnya akan memperkuat fondasi talenta digital Indonesia sejak dari ruang kelas," ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Telkom Indonesia dalam memperkuat implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inisiatif ini secara spesifik mendukung poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Melalui program ini, Telkom terus berupaya mendukung peningkatan literasi digital bagi tenaga pendidik di Indonesia, guna menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan generasi muda di era teknologi saat ini.