04/13/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/13/2026 07:09
Jakarta - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) resmi memberangkatkan calon Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Apel pemberangkatan dipimpin langsung oleh Kepala Bacadnas (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, di Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Sebanyak 2.019 calon Komcad ASN dari 49 kementerian/lembaga yang telah lulus seleksi kesehatan akan menjalani seleksi lanjutan (mental ideologi, psikologi, dan jasmani) pada 13-17 April 2026. Tahapan ini dilaksanakan di enam Lembaga Pendidikan (Lemdik) Kemhan dan TNI. Setelah lulus, peserta akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) selama 1,5 bulan yang rencananya dibuka pada 22 April 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma.
Tahun ini, Kemhan menargetkan pembentukan 4.000 Komcad ASN yang dibagi dalam dua gelombang untuk memperkuat sistem pertahanan negara.
Dalam amanatnya, Kabacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa pembentukan Komcad ASN adalah wujud nyata sinergi untuk menghadapi dinamika ancaman strategis yang semakin kompleks.
"Sinergi kementerian dan lembaga di tingkat pusat ini akan menjadi pilot project pada tingkat daerah. Langkah ini sangat bermanfaat dalam membangun sumber daya manusia unggul yang profesional, berintegritas, dan memiliki karakter bela negara menuju Indonesia Emas Tahun 2045," tegas Kabacadnas.
Kabacadnas juga memastikan bahwa partisipasi ini tidak akan mengganggu pelayanan publik di masing-masing instansi.
"Komponen Cadangan ASN memperluas basis kesiapsiagaan nasional tanpa mengubah struktur birokrasi yang ada, serta para peserta tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai ASN," tambah Kabacadnas.
Melalui program ini, para ASN dibekali disiplin tinggi, ketahanan mental, kerja sama tim, dan pengetahuan militer dasar. Transformasi karakter ini diharapkan melahirkan aparatur negara yang tangguh, adaptif, dan siap membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kondisi apa pun. (Biro Infohan Setjen Kemhan)