04/20/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/21/2026 03:54
Chengdu, Tiongkok - Sebagai langkah strategis memperkuat kehadiran diplomatik dan ekonomi di wilayah Tiongkok Barat Daya, Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, secara resmi membuka program Indonesia Updates bertema "Partnership for Resilience" di Chengdu, Provinsi Sichuan (17/04). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum sosialisasi rencana pembukaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chengdu. Dalam sambutannya, Dubes Djauhari menegaskan bahwa pembukaan KJRI Chengdu merupakan prioritas nasional yang telah diperkuat melalui penandatanganan Peraturan Presiden No. 10 Tahun 2026.
"Pada bulan Maret 2026 lalu, Presiden RI telah menandatangani Peraturan Presiden No. 10 Tahun 2026 yang menjadi dasar pembukaan KJRI Chengdu. Hal ini merefleksikan prioritas Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dengan kawasan Tiongkok Barat Daya, dengan Chengdu di Provinsi Sichuan sebagai gateway-nya", ungkap Dubes Djauhari Oratmangun.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Sektor Strategis Provinsi Sichuan merupakan mitra ekonomi krusial dengan nilai perdagangan bilateral mencapai lebih dari USD 2,1 miliar pada tahun lalu. Di level nasional, perdagangan Indonesia-Tiongkok pada 2025 telah menembus USD 167 miliar dengan angka investasi menyentuh USD 7,5 miliar.
"Tahun lalu, perdagangan Indonesia-Provinsi Sichuan mencapai lebih dari USD 2.1 miliar. Dengan pembukaan ini, Chengdu akan menjadi hub penting bagi penguatan kerja sama tidak hanya di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, namun juga sektor lain seperti kesehatan, transformasi industri dan energi, pendidikan dan juga pariwisata", imbuh Dubes Djauhari.
Dalam forum tersebut, KBRI Beijing memaparkan berbagai potensi kolaborasi yang saling melengkapi, antara lain hilirisasi industri & energi yang Fokus pada pengembangan battery storage, ekosistem energi terbarukan seperti panel surya, dan transformasi industri. Memperkuat pendidikan vokasi dan program beasiswa Darmasiswa untuk menarik lebih banyak mahasiswa Tiongkok ke Indonesia, sosialisasi kebijakan Golden Visa untuk memfasilitasi investor dan diaspora menetap di Indonesia dalam jangka waktu 5-10 tahun, promosi produk unggulan dari KBRI Beijing yang turut mempromosikan durian beku Indonesia yang telah menembus pasar Tiongkok sejak awal tahun 2026, serta berbagai produk makanan dan minuman olahan lainnya.
Di sela-sela rangkaian acara, Dubes Djauhari melakukan pertemuan bilateral dengan Party Secretary Provinsi Sichuan, Y.M. Wang Xiaohui. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai posisi Sichuan sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di Tiongkok dengan GDP mencapai USD 1 triliun.
Keduanya sepakat bahwa hubungan people-to-people menjadi pilar penting. Dubes Djauhari menyoroti kelahiran bayi Panda bernama "Ksatrio" (Rio) di Taman Safari Bogor tahun lalu sebagai simbol persahabatan yang kuat, mengingat Sichuan merupakan pusat konservasi Panda dunia. Selain itu, konektivitas udara juga semakin kuat melalui penerbangan langsung dari Chengdu menuju Jakarta dan Bali.
Provinsi Sichuan tercatat telah memiliki kerja sama Sister Province dengan Jawa Barat, sementara Kota Chengdu memiliki hubungan Sister City dengan Medan. Dengan pembukaan KJRI Chengdu mendatang, diharapkan seluruh potensi kerja sama ini dapat terakselerasi secara maksimal.
Acara Indonesia Updates ditutup dengan penampilan tarian Nusantara oleh mahasiswa Indonesia di Chengdu, yang merefleksikan kekayaan budaya Indonesia di hadapan seratusan undangan yang terdiri dari pejabat pemerintah, kalangan pengusaha, akademisi, dan media setempat.
Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing