03/25/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/26/2026 00:59
Rio de Janeiro, Brasil - Indonesia perkuat upaya perlindungan anak melalui partisipasi dalam High-Level Conference on Preventing and Responding to Violence Against Children and Adolescents in the Context of Organized Crime, yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, (23-24/3). Konferensi ini diselenggarakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) bekerja sama dengan Kementerian Kehakiman dan Keamanan Publik Brasil.
Pada kesempatan ini, Dubes RI Rio de Janeiro, Andhika Chrisnayudhanto, menyampaikan perspektif Indonesia dalam kerangka Justice for Children and Adolescents: Protection, Rehabilitation and Reintegration.
Ia menegaskan bahwa Indonesia terus perkuat upaya lawan perekrutan dan eksploitasi anak oleh kelompok kriminal bersenjata dan kriminal terorganisir, termasuk kelompok terorisme. Berangkat dari tragedi Surabaya 2018, Indonesia telah mengubah pendekatan yang sebelumnya bersifat sektoral dan represif menjadi strategi yang berpusat pada perlindungan anak, berbasis hak, serta fokus pada rehabilitasi dan reintegrasi.
Melalui kemitraan dengan UNODC, Indonesia juga terus memperkuat kerangka kebijakan, meningkatkan kapasitas nasional, serta menyelenggarakan pelatihan bagi lebih dari 400 pemangku kepentingan lintas sektor. Upaya ini diperluas hingga ke tingkat komunitas, melibatkan 17 sekolah, 46 konselor, dan menjangkau lebih dari 15.000 anak, serta lebih dari 150.000 individu lewat kampanye #AmbilAndil.
Indonesia juga mainkan peran aktif di tingkat regional dan global, termasuk lewat Bali Call for Action dan resolusi PBB yang tegaskan pentingnya perlindungan, pencegahan, serta rehabilitasi anak. Komitmen ini tegaskan bahwa keamanan dan hak anak harus berjalan beriringan.
Pembicara lainnya liputi a.l. Marta Machado, National Secretary for Drug Policies and Asset Management Brasil; Talal Dakalbab, Associate Assistant Deputy Minister, Community and Safety and Crime Prevention Branch, Kanada; dan Abba Ali Yarima Mustapha, Koordinator, Youth Peace Champion Initiative, Nigeria.
Indonesia dan Brasil memiliki peluang strategis untuk memperdalam kolaborasi transformatif dalam memperkuat perlindungan anak, lewat pertukaran praktik baik, penguatan kapasitas, serta kemitraan yang berorientasi pada dampak berkelanjutan di tingkat regional maupun global.
Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rio de Janeiro