01/31/2026 | Press release | Distributed by Public on 01/31/2026 06:59
Bogor - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan motivasi dan penguatan semangat nasionalisme kepada peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
Setibanya di lokasi, Menhan terlebih dahulu menerima paparan dari Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara Brigjen TNI Ferry Trisnaputra. Paparan tersebut mencakup gambaran tata letak (layout) Pusat Kompetensi Bela Negara, laporan pelaksanaan pelatihan yang tengah dan akan berlangsung, serta rencana pembangunan sarana dan prasarana latihan dasar militer bagi Komponen Cadangan (Komcad).
Setelah itu, Menhan memberikan pembekalan kepada para peserta Retret PWI yang memasuki hari ketiga kegiatan. Menhan menekankan pentingnya nilai nasionalisme dan patriotisme sebagai fondasi bela negara. Menhan mengaku secara khusus meluangkan waktu untuk hadir dan menyampaikan apresiasi atas semangat yang ditunjukkan para jurnalis selama retret berlangsung.
Menhan Sjafrie menegaskan bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945. Negara, menurut Menhan, harus mampu mempertahankan diri dari berbagai ancaman, baik yang bersifat militer maupun nonmiliter, fisik maupun nonfisik. Dalam konteks saat ini, ancaman tersebut semakin kompleks seiring derasnya arus informasi dan dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Oleh karena itu, Menhan menyebut insan pers memiliki peran strategis sebagai "penjuru perang opini" yang tengah dihadapi bangsa. Wartawan dituntut selalu mengikuti perkembangan informasi agar mampu membaca potensi ancaman sejak dini dan menyiapkan langkah antisipasi. Antisipasi tersebut, lanjut Menhan Sjafrie, harus berpijak pada kepentingan nasional dengan tujuan utama melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Tugas ini bukan semata tanggung jawab aparat pertahanan, melainkan kewajiban seluruh rakyat untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. "Sebagai insan pers sangat diharapkan update terhadap perkembangan yang ada. Kita tidak boleh ketinggalan informasi, kita harus punya suatu antisipasi. Dimana antisipasi yang kita siapkan itu harus menjaga kepentingan nasional kita," kata Menhan.
Menhan juga menekankan bahwa semangat bela negara perlu ditopang oleh disiplin. Di era transformasi digital, tantangan yang dihadapi insan pers tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga penguatan nasionalisme kebangsaan. "Tantangan yang dialami bapak dan ibu sekalian adalah tantangan digitalisasi dan tantangan nasionalisme kebangsaan," ungkap Menhan. Oleh karena itu, Menhan menilai perlunya barisan yang kuat dalam menghadapi tantangan tersebut.
Menutup arahannya, Menhan berharap PWI memiliki keberanian dan komitmen untuk konsisten menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika perang opini yang kian menguat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama Menteri Pertahanan dan peserta Retret PWI, disertai perbincangan santai dalam suasana kekeluargaan.
Turut hadir mendampingi Menhan dalam kegiatan tersebut diantaranya Sekjen Kemhan, Kabaloghan Kemhan, Kabacadnas Kemhan, Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan, Dirjen Pothan Kemhan, serta Karo TU dan Protokol Setjen Kemhan.
(Biro Humas dan Infohan Setjen Kemhan)