08/29/2026 | Press release | Distributed by Public on 08/29/2026 09:04
Perkembangan artificial intelligence (AI) tidak hanya menciptakan peluang bagi perusahaan yang mengembangkan model AI. Pertumbuhan teknologi ini juga membutuhkan data center berkapasitas besar, infrastruktur komputasi, layanan cloud, integrasi sistem, hingga aplikasi yang memanfaatkan AI dalam operasional bisnis.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), sudah ada sejumlah emiten yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem tersebut. Beberapa mengembangkan teknologi AI secara langsung, sementara lainnya berperan sebagai penyedia infrastruktur atau solusi yang dibutuhkan untuk mengadopsinya.
Dalam artikel ini, istilah saham AI Indonesia digunakan sebagai kategori tematik untuk emiten yang memiliki eksposur bisnis terhadap perkembangan kecerdasan buatan. Artinya, perusahaan dalam daftar ini tidak selalu merupakan pure-play AI company dan pendapatannya dapat tetap didominasi bisnis lain.
Daftar Saham AI Indonesia di BEI
Berikut beberapa emiten yang menarik dicermati ketika trader ingin mencari saham dengan keterkaitan terhadap perkembangan AI di Indonesia.
1. ISAT - Indosat Tbk.
ISAT menjadi salah satu saham AI Indonesia dengan keterkaitan yang relatif langsung terhadap pengembangan ekosistem AI.
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menargetkan transformasi menuju AI-native telco. Dalam laporan perusahaan, AI disebut telah digunakan untuk pengelolaan jaringan, analitik berbasis AI, hingga personalisasi layanan. Indosat juga mengembangkan NeoCloud sebagai bagian dari kapabilitas AI dan cloud-nya serta bekerja sama dengan perusahaan teknologi global seperti NVIDIA dan Google.
Salah satu proyek yang paling menonjol adalah Sahabat-AI, Large Language Model (LLM) open-source yang dikembangkan bersama GoTo. Pada 2025, Sahabat-AI dikembangkan hingga model berkapasitas 70 miliar parameter dan dilengkapi layanan chat multibahasa.
Bagi trader, beberapa hal yang dapat diperhatikan dari ISAT antara lain perkembangan bisnis AI cloud, monetisasi layanan enterprise berbasis AI, pertumbuhan data traffic, dan dampak investasi teknologi terhadap kinerja keuangan perusahaan.
2. GOTO - GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
GOTO juga memiliki eksposur langsung terhadap perkembangan AI melalui pengembangan Sahabat-AI bersama Indosat serta implementasi AI di dalam ekosistemnya.
Sahabat-AI awalnya diperkenalkan sebagai LLM open-source untuk Bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah. Pengembangannya kemudian diperluas menjadi model 70 miliar parameter dengan layanan chat yang dapat digunakan masyarakat.
Eksposur GOTO terhadap AI tidak berhenti pada proyek tersebut. Dalam laporan kinerja kuartal I-2026, perusahaan menyebut telah memperkenalkan program AI baru yang menyatukan berbagai inisiatif AI di bawah satu strategi. AI digunakan antara lain untuk membantu menekan cost to serve serta meningkatkan interaksi dan konversi pengguna.
Artinya, bagi GOTO, AI dapat dilihat dari dua sisi: sebagai pengembangan teknologi melalui Sahabat-AI dan sebagai alat peningkatan efisiensi serta monetisasi ekosistem.
Trader dapat mengamati apakah implementasi AI tersebut ikut mendukung pertumbuhan transaksi, efisiensi biaya, margin, dan profitabilitas perusahaan dalam beberapa kuartal berikutnya.
3. TLKM - Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Eksposur TLKM terhadap AI memiliki cakupan yang lebih luas karena TelkomGroup bermain dari sisi infrastruktur hingga solusi enterprise.
Pada 2026, Telkom memperkenalkan AIcosystem dengan pendekatan full-stack yang terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu:
Di sisi infrastruktur, anak usaha Telkom, NeutraDC, juga mengembangkan data center yang dirancang untuk kebutuhan AI. Per Agustus 2026, perusahaan sedang menyiapkan ekspansi kapasitas data center Cikarang hingga 200 MW untuk merespons pertumbuhan kebutuhan AI, cloud, dan ekonomi digital.
NeutraDC sebelumnya juga memperkenalkan Neutra Compute, layanan GPU-as-a-Service yang memungkinkan perusahaan memperoleh kapasitas komputasi AI tanpa perlu membangun seluruh infrastrukturnya sendiri.
Karena itu, TLKM dapat menjadi saham yang dicermati ketika trader ingin melihat eksposur terhadap pertumbuhan AI dari sisi infrastruktur digital sekaligus solusi enterprise.
4. DCII - DCI Indonesia Tbk.
Jika tiga emiten sebelumnya memiliki bisnis yang luas, keterkaitan DCII dengan AI terutama berasal dari sisi data center.
Pengoperasian AI dalam skala besar membutuhkan daya komputasi dan infrastruktur data center yang berbeda dari workload tradisional. Kebutuhan inilah yang membuka peluang bagi penyedia data center yang mampu menangani kepadatan komputasi tinggi.
DCI Indonesia telah mengembangkan JK6 sebagai AI-ready data center dengan kapasitas 36 MW. Fasilitas tersebut membuat total kapasitas DCI mencapai 119 MW saat peluncurannya dan telah mulai melayani penyedia cloud global.
Secara keseluruhan, platform data center DCI kini mencakup beberapa lokasi dengan kapasitas yang dapat terus ditingkatkan. Perusahaan menyebut memiliki potensi kapasitas lebih dari 2.000 MW pada portofolio lokasinya.
Bagi trader, AI boom dapat menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau karena semakin besarnya workload AI berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap kapasitas pusat data. Namun, tetap perhatikan utilisasi kapasitas, ekspansi capex, pertumbuhan pendapatan, laba, serta valuasi sahamnya.
5. MLPT - Multipolar Technology Tbk.
MLPT menarik dari sisi yang berbeda. Perusahaan bergerak sebagai penyedia solusi teknologi untuk korporasi sehingga eksposur AI datang melalui implementasi teknologi pada pelanggan enterprise.
Pada 2025, Multipolar Technology bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama untuk membangun Applied AI & Data Science Lab. Tujuannya adalah membawa hasil riset AI dan data science menjadi solusi yang dapat diterapkan pada industri seperti perbankan, kesehatan, telekomunikasi, manufaktur, ritel, dan pendidikan.
Perusahaan juga aktif mengembangkan solusi terkait Agentic AI dan big data. Salah satunya VisionAnalytics yang dapat digunakan untuk pengolahan data hingga deployment dan monitoring model AI/ML.
Selain itu, MLPT memiliki solusi berbasis AI untuk kebutuhan enterprise dan mengembangkan infrastruktur yang mendukung traditional AI, generative AI, maupun agentic AI.
Hal yang dapat diperhatikan trader adalah apakah meningkatnya adopsi AI di kalangan korporasi mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan kontrak, recurring revenue, dan laba bagi MLPT.
6. MTDL - Metrodata Electronics Tbk.
MTDL memiliki posisi sebagai penyedia dan distributor teknologi sekaligus penyedia solusi dan konsultasi digital. Karena itu, eksposurnya terhadap AI lebih banyak berasal dari perannya sebagai enabler bagi perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi AI.
Metrodata telah menawarkan berbagai solusi terkait AI melalui lini distribusi maupun solusi dan konsultasinya. Perusahaan antara lain pernah mengembangkan solusi untuk fraud detection, image detection berbasis deep learning, serta penggunaan AI untuk kebutuhan enterprise lainnya.
Tema AI juga semakin menonjol dalam strategi terbarunya. Metrodata Solution Day 2026 mengangkat tema "Winning with AI: Build, Run, and Scale for Measurable Impact", dengan fokus pada bagaimana perusahaan membawa AI dari proyek eksperimental menuju penerapan dalam skala enterprise.
Dengan karakter tersebut, pertumbuhan AI berpotensi menciptakan permintaan bukan hanya terhadap software AI, tetapi juga server, cloud, data infrastructure, cybersecurity, dan jasa integrasi yang berada dalam ekosistem bisnis MTDL.
7. WIRG - WIR ASIA Tbk.
WIRG dapat menjadi opsi lain bagi trader yang mencari perusahaan teknologi dengan eksposur langsung terhadap AI.
Bisnis WIR Asia berfokus pada teknologi digital reality dan immersive technology. Portofolio teknologinya meliputi Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Artificial Intelligence (AI), blockchain, dan Web3.
Karakter WIRG berbeda dibandingkan TLKM, DCII, atau ISAT. Jika saham tersebut banyak memperoleh eksposur AI melalui infrastruktur dan komputasi, WIRG lebih dekat dengan penerapan teknologi pada pengalaman digital dan aplikasi.
Karena kapitalisasi serta karakter perdagangan setiap saham berbeda, trader tetap perlu memeriksa likuiditas, volatilitas, fundamental, serta perkembangan proyek perusahaan sebelum mengambil keputusan.
Mana Saham AI Indonesia yang Menarik Dicermati?
Tidak semua saham AI memiliki sumber pertumbuhan yang sama. Karena itu, akan lebih tepat jika saham-saham tadi dikelompokkan berdasarkan bagaimana perusahaan mendapatkan eksposur terhadap AI.
ISAT dan GOTO memiliki keterkaitan dengan pengembangan model serta penggunaan AI dalam produk dan operasional. TLKM memiliki eksposur yang lebih menyeluruh, dari infrastruktur hingga platform dan aplikasi. DCII berada di sisi infrastruktur data center, sedangkan MLPT dan MTDL lebih banyak berperan dalam membantu perusahaan mengimplementasikan AI. WIRG memiliki keterkaitan dari sisi pengembangan pengalaman dan solusi digital.
Tidak ada satu model bisnis yang otomatis lebih baik. Bagi trader, pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah perkembangan AI tersebut sudah memberikan dampak material terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan?
Sebab, menyebut AI dalam strategi perusahaan belum tentu berarti kontribusinya terhadap pendapatan dan laba sudah besar.
Dari Mencari Saham AI hingga Trading di Ajaib
Perkembangan AI menciptakan peluang di berbagai lapisan industri, mulai dari pengembangan model dan aplikasi hingga data center, cloud, jaringan, dan layanan integrasi. Hal ini membuat pilihan saham terkait AI di BEI memiliki karakter dan sumber pertumbuhan yang berbeda.
Setelah menemukan emiten yang menarik, gunakan Stock Page Ajaib untuk memantau pergerakan harga, statistik fundamental, laporan keuangan, serta informasi saham lainnya. Bandingkan prospek bisnis dengan valuasi dan kondisi teknikal sebelum menentukan trading plan.
Beli saham Indonesia sektor AI pilihanmu di Ajaib. Trading saham lebih mudah di Ajaib, download sekarang.