09/26/2026 | Press release | Distributed by Public on 09/25/2026 15:02
New York, Amerika Serikat - "G77 harus memastikan bahwa suara Global South didengarkan dalam menentukan arah masa depan sistem multilateral." Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam Pertemuan Tahunan ke-50 Menteri Luar Negeri Kelompok 77 (G77) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (25/9).
Mengangkat tema "The Global South and the Future of Multilateralism", pertemuan G77 telah membahas upaya bersama dalam mendorong sistem multilateral yang lebih representatif terhadap perubahan dunia dan responsif terhadap kepentingan negara-negara berkembang.
Dalam pernyataannya, Menlu RI mengingatkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung 70 tahun lalu yang menempatkan kesetaraan dan peran setiap negara dalam menentukan arah kerja sama internasional.
Indonesia juga menyoroti pentingnya aspek pembangunan dalam kerja sama multilateral. Hal ini membutuhkan pembiayaan yang lebih terjangkau dan dapat diprediksi, akses teknologi yang lebih luas, dan kesempatan yang adil dalam perdagangan internasional. Upaya ini perlu terus didorong dalam agenda pembangunan global pasca tahun 2030.
Solidaritas di antara negara-negara Global South merupakan kunci dalam menghadapi tantangan dunia. "Kerja sama Selatan-Selatan dan triangular diperlukan untuk meningkatkan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan kapasitas, sekaligus melengkapi kerja sama Utara-Selatan dan komitmen negara-negara maju," jelas Menlu Sugiono.
Menlu RI menekankan bahwa masa depan multilateralisme bertumpu pada solidaritas, kesetaraan kedaulatan, dan kemitraan yang sejati. Dengan kekuatan kolektif yang dimiliki, negara-negara Global South memiliki peluang untuk turut membentuk sistem multilateral yang tetap relevan dan mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
Pertemuan Tahunan ke-50 Menteri Luar Negeri G77 diselenggarakan di bawah kepemimpinan Uruguay sebagai Ketua G77 tahun 2026. Pertemuan ini mengadopsi Ministerial Declaration yang memuat posisi bersama negara-negara G77 dan RRT mengenai berbagai isu, antara lain pembangunan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta ketahanan iklim. Pertemuan juga mengesahkan Rwanda sebagai Ketua G77 untuk tahun 2027.
Sumber: Kementerian Luar Negeri RI