01/12/2026 | Press release | Distributed by Public on 01/11/2026 21:43
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1634 |
0.32% |
|
GBPUSD |
1.3339 |
0.76% |
|
AUDUSD |
0.6678 |
0.42% |
|
NZDUSD |
0.5722 |
0.49% |
|
USDJPY |
158.20 |
-0.44% |
|
USDCHF |
0.8007 |
-0.44% |
|
USDCAD |
1.3910 |
-0.19% |
|
GOLDUD |
4,521.49 |
-0.19% |
|
COFU |
59.00 |
0.29% |
|
USD/IDR |
16,796 |
0.20% |
Senin, 12 Januari 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari penolakan Exxon untuk berinvestasi di Venezuela, serta eskalasi tensi Iran dengan AS dan Israel. Selain itu, isyarat AS menghindari ketegangan dengan China, dan aksi saling serang Rusia - Ukraina juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengatakan bahwa ia mungkin akan memblokir Exxon Mobil untuk berinvestasi di Venezuela setelah CEO Exxon, Darren Woods, menyebut negara itu "tidak layak investasi" pada pertemuan di Gedung Putih pekan lalu. Komentar Woods tersebut meredupkan harapan Trump untuk membangun kembali industri minyak Venezuela melalui dukungan investasi dari perusahaan energi AS.
Turut mendukung harga, ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, pada hari Minggu memperingatkan bahwa AS dan Israel akan menjadi "target yang sah" apabila Washington menyerang Teheran, seperti yang diancam oleh Trump. Komentar Qalibaf tersebut menyusul berita sebelumnya yang mengatakan Trump serius mempertimbangkan untuk melakukan intervensi dalam mendukung gerakan protes nasional di Iran, termasuk dukungan serangan militer.
Dukungan lainnya datang dari berita Departemen Perdagangan AS yang mencabut proposal untuk memberlakukan pembatasan pada drone buatan Tiongkok. Proposal yang diusulkan untuk mengatasi masalah keamanan nasional itu awalnya dikirim ke Gedung Putih untuk ditinjau pada 8 Oktober. Keputusan pencabutan tersebut mengisyaratkan sikap AS untuk memilih menghindari tindakan yang dapat memicu ketegangan dengan China.
Dari Eropa timur, Ukraina melancarkan serangan drone yang menyebabkan kebakaran di depot minyak di distrik Oktyabrskiy di bagian selatan wilayah Volgograd Rusia pada Sabtu malam, kata pejabat setempat. Serangan Ukraina tersebut menyusul peluncuran rudal hipersonik bersama dengan drone oleh pasukan Rusia yang menyebabkan gangguan listrik di Ukraina barat. Berita tersebut kembali memicu eskalasi konflik di wilayah Eropa timur dan sekaligus meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
- |
N/A |