Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

03/18/2026 | Press release | Archived content

KBRI Tokyo Dukung Ketahanan Energi Indonesia-Jepang dalam Investasi Blok Masela dan Sektor Mineral K ...

Berita
KBRI Tokyo Dukung Ketahanan Energi Indonesia-Jepang dalam Investasi Blok Masela dan Sektor Mineral Kritis
Tanggal
18 Maret 2026
KBRI Tokyo Dukung Ketahanan Energi Indonesia-Jepang dalam Investasi Blok Masela dan Sektor Mineral Kritis

KBRI Tokyo mengawal penuh implementasi kesepakatan strategis antara Menteri ESDM RI dan METI Jepang yang mencakup tata kelola mineral kritis serta komitmen investasi gas sebesar Rp339 triliun untuk mempercepat transisi energi berkelanjutan.

1 / 4
Sumber: Akun media sosial Bahlil Lahadalia
arrow_back arrow_forward
Sumber: Akun media sosial Bahlil Lahadalia

Tokyo, Jepang - KBRI Tokyo mendukung penuh dan mengawal implementasi kesepakatan strategis bidang energi antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Langkah ini menyusul pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Ryosei Akazawa, yang berlangsung di sela-sela agenda Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM), pada Senin (16/3).

Salah satu hasil utama dari pertemuan tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) di dua bidang strategis, yaitu mineral kritis dan energi nuklir. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem energi yang lebih terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan.

Untuk sektor mineral kritis, kerja sama ini diarahkan pada penguatan rantai pasok global agar lebih aman dan andal. Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi energi bersih melalui pemanfaatan sumber daya mineral strategis yang dimiliki Indonesia.

"Kerja sama ini bukan sekadar angka investasi, melainkan perwujudan kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Jepang dalam menjawab tantangan transisi energi global. Kami di KBRI Tokyo siap memastikan setiap butir kesepakatan ini diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional dan mempererat hubungan bilateral kedua negara," ujar Duta Besar (Dubes) RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia, Nurmala Kartini Sjahrir.

Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia menyambut baik penandatanganan MoC Kerja Sama Strategis Mineral, Nuklir. "Saya sangat menyambut baik tentang memorandum yang kita hari ini tandatangani, khususnya di bidang mineral kritis, kami sangat terbuka, kami dengan senang hati untuk meminta kepada pemerintah Jepang maupun teman-teman pengusaha Jepang untuk bisa mengelola bersama-sama mineral kritis kami yang ada di Indonesia," ungkap Bahlil di sela pertemuan bilateral.

Sementara itu, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), Ryosei Akazawa, menekankan pentingnya penguatan kerja sama antarnegara dalam menghadapi dinamika global, khususnya untuk menjaga ketahanan energi dan keberlanjutan pasokan.

Dalam kesempatan yang sama juga berlangsung pertemuan Menteri ESDM RI dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan proyek dengan kesepakatan investasi yang nilainya mencapai USD 20 miliar atau sekitar Rp 339 triliun (kurs Rp 16.900 per dolar AS). Proyek Blok Masela dinilai memiliki nilai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia Timur, sekaligus sumber pasokan gas besar untuk industri nasional di masa depan.

Dubes Kartini Sjahrir menegaskan, kesepakatan senilai USD 20 miliar (sekitar Rp339 triliun) untuk pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela merupakan tonggak sejarah bagi ketahanan energi nasional. KBRI Tokyo akan terus melakukan fungsi fasilitasi agar tahap Front-End Engineering and Design (FEED) dapat berjalan tepat waktu pada kuartal III 2026, guna mencapai target produksi pada 2029-2030.

Menteri ESDM RI mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek ini, yang telah mencapai sekitar 25 persen. Bahlil menegaskan keinginannya agar Proyek Abadi Masela dapat memajukan Front End Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua 2026 atau selambatnya di kuartal ketiga tahun ini, supaya secara paralel dapat melakukan tender Engineering Procurement Construction (EPC).

Menutup agenda pertemuan di Jepang, Menteri ESDM kembali mengingatkan INPEX untuk konsisten dalam memenuhi target milestone yang telah disepakati.

Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on March 18, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 25, 2026 at 06:12 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]