06/26/2026 | Press release | Archived content
Suva, Fiji - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suva telah memfasilitasi repatriasi Saudara Macbul Budiman (46 tahun) seorang nelayan Indonesia yang hanyut dan terombang-ambing selama 106 hari di perairan Pasifik (26/6).
Macbul, warga Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, hanyut dan terbawa arus dari perairan Biak di Papua setelah rakit yang ditumpanginya mengalami kerusakan pada bagian penahan jangkar pada awal Maret 2026 sebelum ditemukan kepolisian Nauru pada 14 Juni 2026 sekitar 4,9 mil laut (9 km) dari garis pantai. Rakit tersebut tidak dilengkapi mesin, layar, maupun dayung hingga akhirnya ditemukan lebih dari 3.400 kilometer dari perairan Biak.
Otoritas Nauru langsung membawa Macbul ke Nauru Medical Centre untuk penanganan medis dan pemeriksaan kesehatan. KBRI Suva mendapatkan kabar dari Dr. Surendra Prabhawa, WNI yang sedang bertugas di Nauru Medical Centre, pada 15 Juni 2026 yang mengabarkan bahwa Macbul dalam kondisi sehat secara fisik dan secara psikis memerlukan atensi khusus. KBRI Suva segera berkoordinasi dengan pemerintah Nauru dan secara paralel mengumpulkan informasi mengenai Macbul baik dari dokumen yang masih dimiliki dan Pemda Kabupaten Minahasa Utara.
Mengingat keterbatasan penerbangan dari dan ke Nauru, KBRI Suva menugaskan diplomat senior dan staf konsuler ke negara pulau Nauru pada 23 Juni 2026 guna melaksanakan proses repatriasi yang antara lain bertemu dengan pejabat Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Nauru, Nauru Medical Centre, memastikan kesehatan dan kesiapan Macbul untuk kembali ke Indonesia, menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor, dan koordinasi lanjutan dengan keimigrasian Nauru yang mengizinkan Macbul direpatriasi.
Didampingi tim KBRI, Macbul Budiman tiba di Fiji pada 25 Juni 2026, dan dijadwalkan tiba kembali ke Tanah Air pada Jumat, 26 Juni 2026, pukul 19.00 WIB, menggunakan penerbangan QF 041 melalui Sydney.
Saat menyambut Macbul Budiman di Wisma KBRI, Dubes RI untuk Fiji, Dupito Simamora menyampaikan rasa bahagia, haru dan syukur bahwa Saudara Macbul selamat dan dalam kondisi sehat meskipun telah mengalami suatu cobaan dan pengalaman yang berat sejak hanyut di perairan Biak dan kemudian diselamatkan kepolisian Nauru. "Syukur kepada Tuhan Yang Mahaesa, saudara kita Macbul Budiman, dalam keadaan sehat tiba di Suva, Fiji, setelah melalui pengalaman berat yang sulit dilukiskan. Pengharapanmu, doamu dan kecintaanmu pada keluarga menyertaimu selama lebih dari 106 malam dan hari yang sangat melelahkan dan menyiksa di lautan tanpa tepi dari Biak hingga ke Nauru yang berjarak lebih dari 3400 kilometer."
Dengan suara yang masih bergetar karena haru, Macbul Budiman menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Nauru dan KBRI. "Tanpa bantuan semua pihak, saya tidak yakin masih bisa berdiri di sini hari ini," ujarnya. Kini, fokus utamanya hanyalah kembali ke tangan keluarga yang membuatnya tetap bertahan hidup. "Yang ada di pikiran saya sekarang hanya satu-segera memeluk anak dan istri saya. Selama 106 hari di laut, hanya wajah mereka yang membuat saya terus bertahan."
Dubes RI juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah dan rakyat Nauru, diaspora Indonesia di Nauru, tim KBRI Suva, pemerintah Pusat dan Pemkab Minahasa Utara yang telah memberikan bantuan dan dukungan penuh bagi penyelamatan dan pemulangan Macbul Budiman. Semoga perjalanan dimudahkan hingga sampai dan bertemu kembali dengan keluarga tercinta di tanah air.
Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Suva