03/28/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/28/2026 04:43
Malabo, 27 Maret 2026 - Indonesia dan Sao Tome dan Principe menegaskan komitmen mempererat hubungan bilateral melalui penandatanganan Perjanjian Bebas Visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Kesepakatan ini akan menjadi pembuka jalan intensifikasi kerja sama di berbagai sektor strategis.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Kerja Sama, dan Komunitas Sao Tome dan Principe, Ilza Amado Vaz. Pertemuan berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Organization of African, Caribbean, and Pacific States (KTT OACPS) ke-11 di Guinea Ekuatorial.
Membuka pertemuan, Wamenlu RI menyampaikan apresiasi atas kesamaan visi sebagai sesama negara kepulauan, dalam penguatan kerja sama kelautan dan tata kelola maritim. Hal ini antara lain juga tercermin dengan kehadiran Perdana Menteri Sao Tome dan Principe pada KTT Archipelagic and Island States (AIS) Forum di Bali, Indonesia pada 11 Oktober 2023.
Indonesia dan Sao Tome dan Principe juga sepakat untuk mendorong kerja sama yang lebih erat di tingkat bilateral. Fokus kerja sama meliputi penjajakan mekanisme konsultasi bilateral, peningkatan perdagangan dan investasi, serta penguatan kerja sama pembangunan.
Kedua pihak juga menegaskan pentingnya koordinasi dalam berbagai fora internasional guna mendorong tata kelola global yang lebih inklusif dan berkeadilan. "Kami mengharapkan dukungan Sao Tome dan Principe terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030, serta dalam mendorong terwujudnya Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan ECOWAS," ujar Wamenlu Tata.
Sebagai mitra di kawasan Afrika Barat, Sao Tome dan Principe memiliki peran penting sebagai salah satu sumber impor kakao Indonesia. Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka luas di sektor energi, khususnya minyak dan gas, serta pengembangan manajemen pariwisata.
Sumber: Kementerian Luar Negeri RI