05/25/2026 | Press release | Distributed by Public on 05/24/2026 22:20
Wanam, Merauke - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Yonif TP 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk memberikan semangat sekaligus apresiasi kepada para prajurit muda yang bertugas di daerah operasi. Menhan menyampaikan bahwa meskipun Yonif TP 861 merupakan satuan pembinaan tempat prajurit berlatih dan membentuk kemampuan dasar keprajuritan, namun seluruh personel tetap harus memiliki kesiapan penuh sebagai prajurit yang bertugas di wilayah operasi.
Menhan juga menekankan pentingnya semangat, disiplin, dan cita-cita bagi setiap prajurit muda. Sebagai satuan yang berada di ujung timur Negara Kesatuan Republik Indonesia, prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur dituntut untuk selalu siap menghadapi berbagai tantangan tugas. Selain itu, para prajurit juga diingatkan untuk menjaga kekompakan, meningkatkan kemampuan bela diri, serta menumbuhkan rasa persaudaraan tanpa membedakan latar belakang suku maupun daerah asal.
Lebih lanjut, Menhan Sjafrie mengingatkan bahwa seluruh perlengkapan dan fasilitas yang digunakan prajurit berasal dari rakyat, sehingga setiap prajurit harus senantiasa menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Prajurit TNI diminta untuk hadir membantu kesulitan rakyat, menjaga sikap, serta tidak menyakiti hati masyarakat di sekitar wilayah penugasan. Menhan menegaskan bahwa TNI merupakan tentara rakyat yang lahir dari rakyat, mengabdi untuk rakyat, dan pada akhirnya akan kembali ke tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Menhan juga mengingatkan para prajurit agar terus memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas. Menhan berharap seluruh prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat pengabdian dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan bangsa dan negara. (Biro Infohan Setjen Kemhan)