ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange

03/09/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/08/2026 22:57

Konflik Timur Tengah Memanas, Emas Tertekan Penguatan Dolar

Konflik Timur Tengah Memanas, Emas Tertekan Penguatan Dolar
Monday, 09 March 2026

INDIKATOR HARGA

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1559

-0.45%

GBPUSD

1.3351

-0.51%

AUDUSD

0.6996

-0.57%

NZDUSD

0.5874

-0.44%

USDJPY

158.02

0.45%

USDCHF

0.7788

0.46%

USDCAD

1.3606

-0.40%

GOLDUD

5171.95

-3.03%

USD/IDR

16,881

0.20%

Fokus Emas:

  1. Memanasnya konflik Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dan risiko inflasi global
  2. Menguatnya dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi

Senin, 09 Maret 2026- Harga emas turun ke kisaran US$5.171 per troy ons pada awal sesi perdagangan di tengah meningkatnya volatilitas pasar akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan geopolitik yang meningkat sempat mendorong permintaan aset safe haven, namun arus dana global juga mengalir kuat ke pasar energi setelah serangan terhadap fasilitas minyak Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan memicu volatilitas di pasar komoditas.

Di sisi lain, indeks dolar AS menguat sekitar 0,6% dan berada di dekat level tertinggi tiga bulan, sehingga membatasi kenaikan harga emas. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan global. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik ke level tertinggi hampir satu bulan terakhir. Kombinasi penguatan dolar dan lonjakan yield tersebut menyebabkan emas cenderung tertahan meskipun ketidakpastian geopolitik masih tinggi.

Dari sisi data ekonomi, laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan, yang sempat memicu harapan penurunan suku bunga. Namun lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi sehingga dapat mendorong bank sentral global mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga hingga Juni 2026 kini meningkat menjadi sekitar 51%, naik dari kurang dari 43% pada pekan sebelumnya. Pelaku pasar saat ini juga menantikan sejumlah data penting AS pekan ini, termasuk inflasi (CPI) dan data inflasi produsen (PPI) yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter dan pergerakan emas ke depan.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $5.097 hingga $5.024, sedangkan resistance terdekat terletak di $5.210 hingga $5.250. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.911, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.363.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

USD

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange published this content on March 09, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 09, 2026 at 04:57 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]