01/21/2026 | Press release | Distributed by Public on 01/20/2026 19:53
Pada 15 Januari 2026, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City melaksanakan rangkaian kegiatan diplomasi ekonomi di Provinsi South Cotabato, Filipina Selatan. Kegiatan ini mencakup pertemuan dengan Department of Trade and Industry (DTI) South Cotabato dan South Cotabato Chamber of Commerce, serta pertemuan dengan Pemerintah Provinsi South Cotabato. Tujuan pelaksanaan adalah untuk mempromosikan sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, baik bilateral maupun dalam kerangka BIMP-EAGA, termasuk menindaklanjuti draft Memorandum of Understanding (MoU) Sister-Province antara Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi South Cotabato.
Tim ekonomi KJRI Davao City dipimpin oleh Konsul Jenderal RI, Bapak Agus Trenggono, dan didampingi Ibu Novita S.D. Supit (PF Ekonomi) telah diterima oleh Mr. Ferdinand Cabiles, Provincial Director DTI South Cotabato beserta jajaran anggota KADIN South Cotabato Chamber of Commerce. Konsul Jenderal menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat serta menegaskan komitmen KJRI Davao City dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Mindanao (Filipina Selatan) melalui kemitraan konkret di sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Selanjutnya, KJRI Davao City telah memaparkan statistik perdagangan Indonesia-Mindanao (Filipina Selatan), dimana Indonesia menjadi sebagai salah satu tujuan impor bagi Mindanao. Peran dan kemampuan Indonesia sebagai negara yang memiliki komoditas unggul seperti bauksit dan minyak sawit.
Sebagai bagian dari promosi ekonomi, telah disampaikan juga kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kemajuan pengembangan energi terbarukan, ekosistem kendaraan listrik, serta promosi pariwisata "Wonderful Indonesia". Pihak Kamar Dagang South Cotabato menyampaikan minat untuk menjajaki kerja sama KADIN-to-KADIN, impor langsung dari Indonesia untuk materi konstruksi seperti baja ringah, rangkah pintu dan jendela, serta keperluan konstruksi untuk rumah lainnya. Di bidang pendidikan, terdapat ketertarikan Green Valley College Foundation Koronadal City untuk bekerja sama dengan institusi pendidikan di Indonesia.
Adapun pertemuan dengan Pemerintah Provinsi South Cotabato, Konjen RI dan tim ekonomi telah diterima oleh Attorney Renette B. Bergado, Acting Provincial Administrator, mewakili Gubernur Hon. Reynaldo S. Tamayo Jr., bersama pejabat utama provinsi. Pemerintah Provinsi memaparkan potensi ekonomi South Cotabato, capaian pertumbuhan ekonomi 6,9%, serta rencana pembangunan strategis, termasuk pengembangan Tupi IT Park dan digitalisasi layanan pemerintahan.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI menegaskan bahwa kunjungan ini berfokus pada tindak lanjut draft MoU Sister-Province antara Kalimantan Timur dan South Cotabato, yang diharapkan menjadi fondasi penguatan kerja sama kelembagaan, ekonomi, dan hubungan antarmasyarakat kedua wilayah. Pemerintah Provinsi South Cotabato memaparkan perkembangan penyusunan draft MoU, termasuk koordinasi dengan DILG dan DFA, serta tahapan menuju finalisasi dan penandatanganan. Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan koordinasi penetapan jadwal finalisasi MoU.
KJRI Davao City menegaskan komitmen Indonesia dalam memandang Filipina dalam hal ini Mindanao, Filipina Selatan sebagai mitra strategis, serta akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memfasilitasi finalisasi MoU, mendorong investasi Indonesia di South Cotabato, serta memperkuat konektivitas udara dan laut dalam kerangka BIMP-EAGA.
Sebagai bagian dari rangkaian diplomasi ekonomi telah dilaksanakan market survei di wilayah South Cotabato dan didapati bahwa produk Indonesia seperti produk populer seperti minyak goreng kelapa sawit, kopi instan, makanan olahan (kecap manis, mie instan, cokelat wafer dsb), detergen, produk perawatan tubuh, produk sabun mandi, serta pasta gigi telah merambah masuk ke pusat retail besar di Provinsi South Cotabato.
Source: KJRI Davao City