06/10/2026 | Press release | Distributed by Public on 06/10/2026 20:37
Lisabon, Portugal - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Lisabon, Portugal, kembali menghadirkan kekayaan kuliner dan budaya Indonesia melalui kegiatan Mercado Culinário Indonésio 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 12.00-16.00 waktu setempat, di Halaman Belakang KBRI Lisabon.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya dan kuliner Indonesia di Portugal, sekaligus mendukung program Pemerintah Indonesia "Spice Up the World", yang bertujuan memperkuat eksistensi kuliner Indonesia di pasar internasional.
Mengusung semangat memperkenalkan Indonesia melalui cita rasa Nusantara, Mercado Culinário Indonésio 2026 menghadirkan beragam hidangan khas Indonesia dengan kekayaan rempah yang telah dikenal dunia sejak berabad-abad lalu. Sekitar 570 pengunjung datang untuk menikmati berbagai menu autentik Indonesia yang disajikan oleh komunitas dan pelaku kuliner Indonesia di Portugal.
Berbagai tenant kuliner turut meramaikan acara, di antaranya Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Lisabon, Bali do Cais Restaurant, serta komunitas dan usaha kuliner Indonesia seperti Warung Salma, Satay House, Waroeng Badjoe, Dapur Benfica dan Pawon. Tidak saja kuliner, kegiatan ini juga menghadirkan produk ekonomi kreatif dari Jewellery by Mimi Papilaya dan QUAD Sports.
Acara ini juga menampilkan berbagai pertunjukan budaya Indonesia, mulai dari tari tradisional "Ondel-Ondel" Jakarta, demonstrasi pencak silat dari Satria Muda Indonesia, pertunjukan angklung lagu "I have a dream" dan "Yamko rambe Yamko" yang menghibur seluruh pengunjung kegiatan Mercado Culinário Indonésio 2026.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Portugal, Y.M. Susi Marleny Bachsin, menyampaikan bahwa kuliner merupakan salah satu sarana diplomasi yang efektif untuk mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.
"Indonesia memiliki kekayaan kuliner dan rempah yang luar biasa. Melalui Mercado Culinário Indonésio 2026, kami ingin memperkenalkan kehangatan budaya Indonesia kepada masyarakat Portugal sekaligus memperkuat persahabatan kedua negara melalui cita rasa Nusantara," ujar Duta Besar RI di Lisabon.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam dengan karakter rempah yang kuat. Rempah-rempah Indonesia seperti cengkih, pala, kayu manis, lada, dan kunyit telah menjadi bagian penting sejarah perdagangan dunia sekaligus membentuk identitas kuliner Indonesia yang dikenal kaya rasa dan penuh warna.
Kegiatan ini juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Portugal yang memiliki ketertarikan terhadap budaya dan makanan Asia. Salah satu pengunjung asal Portugal, Maria Silva, mengaku terkesan dengan keberagaman rasa dan suasana hangat yang dihadirkan dalam acara tersebut.
"Saya senang bisa hadir tahun ini karena tahun sebelumnya saya melewatkannya. Saya sangat suka dengan kuliner Indonesia, seperti Sate, Rendang dan beberapa makanan yang baru saya coba hari ini yaitui Onde-onde, Rempeyek dan Es Cendol. Harapannya kegiatan ini rutin dilaksanakan dan semoga tahun depan saya bisa membeli Batik juga, bukan hanya kuliner" ujar Maria Silva, salah satu pengunjung asal Lisabon.
Melalui Mercado Culinário Indonésio 2026, KBRI Lisabon berharap dapat semakin mendekatkan masyarakat Portugal dengan Indonesia melalui pendekatan people-to-people contact, sekaligus memperkuat hubungan budaya kedua negara.
Selain menikmati sajian kuliner dan pertunjukan budaya, pengunjung juga berkesempatan memperoleh berbagai door prize menarik dari KBRI Lisabon, Peserta Mercado Culinário Indonésio, dan Quad Sports.
Kegiatan ini terbuka untuk umum yang diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan budaya yang hangat bagi masyarakat Indonesia, warga Portugal, serta komunitas internasional pencinta kuliner dan budaya Asia.
Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Lisabon