Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

07/30/2026 | Press release | Archived content

Wamenlu Arif Havas Oegroseno Lakukan Kunjungan Kerja ke Kamboja untuk Perkuat Kerja Sama Penanganan ...

Berita
Wamenlu Arif Havas Oegroseno Lakukan Kunjungan Kerja ke Kamboja untuk Perkuat Kerja Sama Penanganan Online Scam
Tanggal
30 Juli 2026
Wamenlu Arif Havas Oegroseno Lakukan Kunjungan Kerja ke Kamboja untuk Perkuat Kerja Sama Penanganan Online Scam
Indonesia | English

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno, melakukan kunjungan kerja ke Phnom Penh, Kamboja, pada 27-29 Juli 2026, didampingi delegasi lintas kementerian dan lembaga terkait. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama Indonesia-Kamboja dalam penanganan kejahatan transnasional, khususnya online scam, serta meningkatkan pelindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

1 / 6
arrow_back arrow_forward

Phnom Penh, Kamboja - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno, melakukan kunjungan kerja ke Phnom Penh, Kamboja, pada 27-29 Juli 2026, didampingi delegasi lintas kementerian dan lembaga terkait. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama Indonesia-Kamboja dalam penanganan kejahatan transnasional, khususnya online scam, serta meningkatkan pelindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Selama kunjungan, Wamenlu RI Havas memimpin pertemuan bilateral dengan Senior Minister Chhay Sinarith selaku Kepala Sekretariat Commission for Combating Online Scams (CCOS) untuk membahas penguatan kerja sama pemberantasan online scam. Wamenlu RI Havas juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Kamboja, H.E. Dr. Sar Sokha, serta pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi Kamboja lainnya.

Salah satu hasil utama kunjungan adalah kesepahaman untuk menindaklanjuti pembentukan mekanisme kerja sama operasional melalui pembentukan Indonesian Desk di Markas Besar Kepolisian Nasional Kamboja. Mekanisme ini diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi antara aparat penegak hukum kedua negara dalam mempercepat pertukaran informasi, mendukung proses investigasi, serta memperkuat penanganan perkara online scam yang melibatkan WNI.

Indonesia juga menawarkan dukungan peningkatan kapasitas bagi aparat penegak hukum Kamboja melalui pelatihan terkait kepatuhan terhadap standar Financial Action Task Force (FATF), financial forensic skills, serta keamanan siber. Tawaran tersebut disambut baik oleh Pemerintah Kamboja sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan kerja sama kedua negara dalam menghadapi kejahatan transnasional.

Kedua pihak turut membahas percepatan pembaruan Memorandum of Understanding on Cooperation in Preventing and Combating Transnational Crimes and Enhancing Capacity Building antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri Kamboja. Pembaruan MoU tersebut diharapkan dapat menjadi landasan hukum bagi penguatan kerja sama penegakan hukum serta mekanisme koordinasi dan tindak lanjut bersama.

Selain itu, Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan International Conference on Combating Online Scams yang akan diselenggarakan Pemerintah Kamboja pada September 2026. Konferensi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pencegahan dan pemberantasan kejahatan online scam.

Di sela-sela kunjungan, Wamenlu RI Havas meninjau fasilitas penampungan sementara WNI di KBRI Phnom Penh dan memperoleh penjelasan mengenai upaya pelindungan serta fasilitasi repatriasi bagi WNI yang menjadi korban maupun yang terlibat dalam perkara online scam. Wamenlu menekankan pentingnya koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk memastikan penanganan yang komprehensif terhadap para WNI, termasuk setelah kembali ke Indonesia.

Selain agenda pemberantasan online scam, Wamenlu RI Havas juga menyampaikan kuliah umum mengenai perkembangan lanskap geopolitik global yang dihadiri oleh pejabat Pemerintah Kamboja dan anggota korps diplomatik di Phnom Penh. Dalam paparannya, Wamenlu menegaskan bahwa dinamika geopolitik yang semakin kompleks memerlukan penguatan dialog, diplomasi, dan kerja sama internasional guna menjaga stabilitas kawasan serta menghadapi berbagai tantangan global secara bersama.

Kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dan Kamboja untuk memperkuat kerja sama konkret dalam penanganan online scam melalui peningkatan koordinasi penegakan hukum, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pembentukan mekanisme kerja sama operasional yang lebih efektif. Hasil-hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga di kedua negara.

Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on July 30, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on August 04, 2026 at 02:40 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]