Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

02/04/2026 | Press release | Distributed by Public on 02/04/2026 03:47

Indonesia–China Track 1.5 Dialogue Dorong Model Kemitraan Energi Bersih yang Inklusif dan Berbasis ...

Berita
Indonesia-China Track 1.5 Dialogue Dorong Model Kemitraan Energi Bersih yang Inklusif dan Berbasis Inovasi
Tanggal
4 Februari 2026
Indonesia-China Track 1.5 Dialogue Dorong Model Kemitraan Energi Bersih yang Inklusif dan Berbasis Inovasi

Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (BSKLN Kemlu) bekerja sama dengan think tank Indonesia Synergy Policies dan ViriyaENB, telah menyelenggarakan Indonesia-China Track 1.5 Dialogue.

1 / 4
Sumber: Synergy Policies
arrow_back arrow_forward
Sumber: Synergy Policies

Tangerang, Indonesia-Pada 27-28 Januari 2026, Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (BSKLN Kemlu) bekerja sama dengan think tank Indonesia Synergy Policies dan ViriyaENB, telah menyelenggarakan Indonesia-China Track 1.5 Dialogue bertajuk "Shaping a Joint Foreign Policy Approach toward a Transformational Model for Clean Energy Partnership."

Dialog ini merupakan kelanjutan dari dua Dialog Nasional sebelumnya (Agustus dan September 2025) yang bertujuan memperkuat konsolidasi stakeholders Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam merumuskan pendekatan serta modalitas kemitraan energi bersih kedua negara.

Sebagai forum 1.5 track, Dialog dihadiri sejumlah pemangku kepentingan Indonesia dan RRT dari unsur pemerintah, kementerian dan lembaga (track 1), dan unsur dunia usaha, akademisi, serta lembaga riset dan think tank (track 2).

Dari pihak Indonesia, hadir antara lain Kemenko Perekonomian, Bappenas, Kemlu, DEN, BRIN, PT PLN, KADIN, UGM, serta perwakilan sektor swasta. Dari pihak RRT hadiri perwakilan Kedutaan Besar RRT di Jakarta, China New Energy International Alliance (CNEIA), WRI China, serta perwakilan lembaga riset, think tank, dan mitra terkait lainnya.

Muhammad Takdir, Kepala BSKLN, menegaskan konsep Dynamic Resilience sebagai fondasi kemitraan energi bersih Indonesia-RRT. Melalui ketahanan nasional yang kuat, kerja sama yang berkelanjutan merupakan langkah strategis Indonesia dalam menavigasi dinamika geopolitik dan geoekonomi global.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Dialog menekankan pentingnya kemitraan energi bersih yang melampaui perdagangan dan investasi. Kemitraan yang setara perlu mengedepankan aspek riset dan inovasi, transfer teknologi, serta pelibatan aktif masyarakat hingga di level lokal.

"Model kemitraan transformatif Indonesia-RRT memajukan kebijakan luar negeri, kerja sama industri, inovasi, dan keterlibatan masyarakat," jelas Zelda Wulan Kartika, Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri. Model ini diharapkan dapat memperkuat dampak nyata kemitraan energi bersih Indonesia-RRT.

Acara ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Synergy Policies dan CNEIA sebagai komitmen memperkuat kerja sama dalam pembuatan rekomendasi kebijakan, riset, dan pengembangan kapasitas. Peningkatan hubungan ini diharapkan dapat mendasari kerja sama energi bersih Indonesia dengan mitra strategis, termasuk RRT, secara berkelanjutan.

Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on February 04, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on February 04, 2026 at 09:47 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]