Slide 1 of 1
Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
Jumat
06 November 2026
19.55
Jakarta, 06/11/2026 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman menekankan pentingnya semangat bela negara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang tidak hanya diwujudkan melalui pertahanan fisik namun juga melalui integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan Pelatihan Bela Negara bagi 723 mahasiswa tingkat akhir Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) Tahun 2026 di Tangerang Selatan pada Jumat (06/11).
Dalam arahannya, Wamenkeu Nurkholisoh menjelaskan bahwa dinamika global yang semakin kompleks menuntut Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan dan kemandirian bangsa. Dalam konteks tersebut, ASN berperan penting dalam menjaga kepentingan nasional, termasuk melalui pengelolaan keuangan negara yang bertanggung jawab.
"Dulu membela negara itu dengan bambu runcing, dengan mengangkat senjata. Sekarang, membela negara itu dengan pensil dan pena Anda. Kita sering membayangkan bela negara sebagai baris-berbaris atau menjaga perbatasan. Keduanya penting, tetapi bagi calon ASN Kemenkeu, bela negara juga hidup dalam pelayanan setiap hari. Ketika pekerjaan itu dilakukan dengan benar, rakyatlah yang merasakan manfaatnya," ungkap Wamenkeu.
Wamenkeu Nurkholisoh berharap pelatihan bela negara dapat mampu membangun tiga karakter penting bagi para mahasiswa PKN STAN. Ketiga karakter tersebut yakni disiplin, setia kawan, dan kepemimpinan. Ketiganya diperlukan untuk menghadapi tanggung jawab pengelolaan keuangan negara yang semakin besar serta memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
"Mengapa ini penting? Karena suatu hari nanti, di antara Anda ada yang dipercaya menjaga penerimaan negara yang nilainya ribuan triliun rupiah. Ada yang menyusun kebijakan, ada yang memastikan uang negara sampai kepada lebih dari 290 juta rakyat Indonesia. Tanggung jawab sebesar itu tidak cukup dengan pintar. Butuh disiplin, kekompakan, dan kepemimpinan," jelas Wamenkeu.
Di akhir arahannya, Wamenkeu juga berpesan kepada para mahasiswa untuk membangun budaya kerja yang berintegritas sejak awal pengabdian. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan menjunjung tinggi kejujuran, keandalan, dan kepedulian kelak saat menjalankan tugas sebagai ASN.
"Izinkan saya menitipkan tiga bekal. Pertama, jujur. Jangan mengambil sesuatu yang bukan hak, jangan menutupi kesalahan dengan mengubah angka. Kedua, andal. Kerjakan tugas secara teliti dan tuntas. Jika menemukan masalah, usulkan jalan keluarnya. Dan ketiga, peduli. Ingat selalu bahwa di ujung proses ada rakyat yang menunggu manfaatnya. Tiga kata ini sederhana: jujur, andal, peduli. Tetapi apabila dijalankan setiap hari, ketiganya menjadi cara nyata kita membela negara," pungkas Wamenkeu Nurkholisoh. (KLI/dj/al)