Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

09/15/2026 | Press release | Distributed by Public on 09/16/2026 00:34

Presiden RI Dorong BRICS Jadi Motor Penggerak Multilateralisme dan Tata Kelola Global yang Inklusif

Berita
Presiden RI Dorong BRICS Jadi Motor Penggerak Multilateralisme dan Tata Kelola Global yang Inklusif
Tanggal
15 September 2026
Presiden RI Dorong BRICS Jadi Motor Penggerak Multilateralisme dan Tata Kelola Global yang Inklusif
Indonesia | English

Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya membangun sistem multilateral yang lebih adil dan mampu mendukung kebutuhan dan kepentingan seluruh negara, baik negara besar maupun kecil, kuat maupun lemah. Pesan tersebut disampaikannya di sesi terbatas bertajuk "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism" pada hari pertama KTT BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Sabtu (12/9).

1 / 2
Foto: BPMI Setpres
arrow_back arrow_forward
Foto: BPMI Setpres

New Delhi, India - Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya membangun sistem multilateral yang lebih adil dan mampu mendukung kebutuhan dan kepentingan seluruh negara, baik negara besar maupun kecil, kuat maupun lemah. Pesan tersebut disampaikannya di sesi terbatas bertajuk "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism" pada hari pertama KTT BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Sabtu (12/9).

Mendukung fokus tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun dengan pembenahan yang signifikan.

"PBB harus lebih representatif, lebih responsif, dan lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat kita. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keuangan internasional kita juga harus berkembang. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dipersenjatai," tegas Presiden Prabowo.

Untuk mewujudkan tata kelola global yang inklusif tersebut, Presiden Prabowo menilai BRICS memiliki posisi yang sangat strategis. Dengan merepresentasikan separuh umat manusia, menguasai porsi besar ekonomi global, serta menyatukan pasar dan produsen energi utama dunia, BRICS memiliki kekuatan kolektif yang besar untuk menggerakkan sistem multilateral yang lebih seimbang.

Kekuatan kolektif ini adalah modal penting untuk memastikan suara negara-negara berkembang (Global South) lebih didengar dalam membentuk institusi yang mengatur dunia, melindungi perdamaian, dan memperjuangkan keadilan.

"Bayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi. Bayangkan jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan kita terhubung dengan lebih baik, sehingga menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang," imbuhnya.

Sebagai penutup, Presiden Prabowo berharap penguatan kerja sama di dalam BRICS dapat menjadi katalisator bagi terciptanya tatanan internasional yang lebih setara. Sebuah sistem multilateral sejati yang tidak hanya mengakui potensi negara-negara berkembang, tetapi juga memberikan ruang bebas bagi setiap bangsa untuk menentukan dan membangun masa depannya sendiri.

Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on September 15, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on September 16, 2026 at 06:35 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]