Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

07/02/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/02/2026 21:16

Babak Baru Kemitraan Indonesia-Gambia: Perkuat Kerja Sama Multisektor, Dorong Ketahanan Pangan

Berita
Babak Baru Kemitraan Indonesia-Gambia: Perkuat Kerja Sama Multisektor, Dorong Ketahanan Pangan
Tanggal
2 Juli 2026
Babak Baru Kemitraan Indonesia-Gambia: Perkuat Kerja Sama Multisektor, Dorong Ketahanan Pangan

Indonesia dan Gambia meresmikan kembali Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Jenoi sebagai pusat pelatihan pertanian dan penggerak ketahanan pangan di Afrika Barat.

1 / 11
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie menandatangani MoU on General Framework of Cooperation di sela-sela Sidang Komisi Bersama ke-2 RI-Gambia di Banjul (1/7)
arrow_back arrow_forward
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie menandatangani MoU on General Framework of Cooperation di sela-sela Sidang Komisi Bersama ke-2 RI-Gambia di Banjul (1/7)

Banjul, Gambia - Indonesia dan Gambia menyepakati serangkaian langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan, perdagangan, dan pengembangan sumber daya manusia dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-2 yang berlangsung di Banjul pada 30 Juni - 1 Juli 2026. Pertemuan dipimpin bersama oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie.

"Pertemuan mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk semakin mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin erat sejak 1982, dan dilandasi semangat persahabatan, solidaritas, dan saling menghormati yang sejalan dengan Semangat Bandung," ujar Wamenlu Tata.

Pertemuan menghasilkan sejumlah capaian penting, antara lain penandatanganan MoU General Framework of Cooperation Indonesia-Gambia, peresmian kembali Agricultural Rural Farmers Training Centre (ARFTC) di Jenoi, Gambia, serta komitmen bersama memperluas akses ekonomi Indonesia ke kawasan Afrika Barat. Secara khusus, MoU General Framework of Cooperation Indonesia-Gambia akan menjadi landasan baru bagi perluasan kerja sama kedua negara di berbagai sektor, sekaligus memberikan kerangka yang lebih jelas bagi kementerian dan lembaga kedua negara untuk merealisasikan berbagai program kerja sama.

Indonesia juga menyambut rencana penunjukan Konsul Kehormatan Gambia di Jakarta. Langkah tersebut diharapkan semakin mempermudah layanan kekonsuleran sekaligus memperkuat hubungan masyarakat dan dunia usaha kedua negara.

Terkait kerja sama ekonomi, Indonesia mendorong pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan ECOWAS guna memperluas akses pasar bagi produk Indonesia ke kawasan Afrika Barat yang berpenduduk lebih dari 450 juta jiwa. Gambia menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan memfasilitasi proses tersebut. Selain itu, kedua pihak juga sepakat mendorong kolaborasi antardaerah, pengembangan UMKM, serta penguatan kerja sama antar sektor swasta.

Di bidang peningkatan kapasitas SDM, Indonesia menyambut baik rencana pendirian Akademi Dinas Luar Negeri Gambia (Foreign Service Academy of The Gambia). Indonesia siap berbagi pengalaman dan mendukung pengembangan kurikulum serta pelatihan diplomatik kepada Gambia. "Kami menyambut partisipasi diplomat Gambia dalam International Mid-Career Diplomat Training yang akan diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI pada tahun ini", tutur Wamenlu Tata.

Dalam memperkuat people-to-people contact dan kerja sama di bidang riset dan pendidikan, Wamenlu Tata juga mengunjungi The University of The Gambia (UTG) serta menyaksikan peresmian pendirian Asosiasi Alumni Pelajar Gambia-Indonesia (Alumni Association of Gambia-Indonesia Students - AL-GAMINDAS). "Jejaring alumni ini akan menjadi aset berharga dalam hubungan bilateral Indonesia dan Gambia," ujar Wamenlu Tata.

Melalui hasil-hasil konkret SKB ke-2 ini, Indonesia dan Gambia menegaskan komitmen untuk menjadikan kemitraan Selatan-Selatan tidak hanya sebagai prinsip diplomasi, tetapi juga sebagai kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi petani, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat kedua negara.

Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on July 02, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on July 03, 2026 at 03:17 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]