03/11/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/10/2026 22:21
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1610 |
0.16% |
|
GBPUSD |
1.3418 |
0.22% |
|
AUDUSD |
0.7118 |
0.45% |
|
NZDUSD |
0.5928 |
0.12% |
|
USDJPY |
158.03 |
0.19% |
|
USDCHF |
0.7778 |
-0.12% |
|
USDCAD |
1.3579 |
-0.07% |
|
GOLDUD |
5,190.10 |
0.63% |
|
COFU |
86.89 |
-3.43% |
|
USD/IDR |
16,874 |
0.00% |
Rabu, 11 Maret 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish ke bawah level $85 per barel dibebani oleh sentimen dari usulan IEA untuk merilis stok dari cadangan strategis dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah, dan potensi tambahan pasokan minyak Venezuela dalam waktu dekat. Meski demikian, perang Iran yang masih terus memanas menjadi katalis positif bagi harga.
IEA mengusulkan pelepasan stok minyak dari cadangan strategis yang diperkirakan akan melebihi 182 juta barel, dan sekaligus merupakan pelepasan terbesar yang dilakukan sepanjang sejarah, ungkap laporan yang dirilis Wall Street Journal pada hari Selasa. Aksi IEA tersebut dilakukan untuk menurunkan harga minyak mentah yang telah melonjak akibat perang AS-Israel dengan Iran, tambah Wall Street Journal.
Turut membebani harga, perusahaan minyak internasional besar Chevron dan Shell hampir mencapai kesepakatan produksi minyak besar pertama dengan Venezuela, menurut lima sumber yang dekat dengan negosiasi tersebut. Berita tersebut mengindikasikan potensi tambahan pasokan minyak ke pasar global seiring dengan meningkatnya investasi asing di sektor perminyakan Venezuela, yang tidak ditemui sebelumnya di bawah era Maduro.
Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih terus menunjukkan peningkatan. AS dan Israel dilaporkan melancarkan serangan udara paling intens terhadap Iran pada hari Selasa. Teheran juga telah meluncurkan serangan rudal sebagai balasan atas serangan AS tersebut, dengan menargetkan pangkalan militer AS di Qatar dan Kurdistan Irak pada Selasa malam.
Dari sisi pasokan, persediaan minyak mentah AS turun sebesar 1,7 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API untuk pekan yang berakhir 6 Maret. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
19:30 |
USA - Inflation Rate MoM |
0.3% |
0.2% |
|
|
21:30 |
USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
3.475M |
||
|
21:30 |
USA - EIA Gasoline Stocks Change |
-1.704M |