ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange

05/04/2026 | Press release | Distributed by Public on 05/03/2026 21:40

Eskalasi Risiko Ketegangan Selat Hormuz Picu Minyak Kembali Bullish

Eskalasi Risiko Ketegangan Selat Hormuz Picu Minyak Kembali Bullish
Monday, 04 May 2026

Indikator Harga

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1747

-0.20%

GBPUSD

1.3600

-0.15%

AUDUSD

0.7216

-0.14%

NZDUSD

0.5899

0.08%

USDJPY

156.75

0.19%

USDCHF

0.7820

-0.06%

USDCAD

1.3588

0.03%

GOLDUD

4,625.35

-0.41%

COFU

99.73

2.03%

USD/IDR

17,250

0.47%

Fokus Crude Oil:

  • Setiap campur tangan AS di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, ujar pejabat tinggi Iran.
  • Tujuh anggota utama OPEC+ mengkonfirmasi rencana peningkatan produksi bulan Juni sebesar 188.000 barel per hari.

************************************************************

Senin, 04 Mei 2026 - Pada pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bullish dipicu oleh meningkatnya risiko eskalasi ketegangan di Selat Hormuz menyusul rencana Proyek Kebebasan Trump. Di sisi lain, konfirmasi peningkatan produksi OPEC+ membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Kepala komisi keamanan nasional di parlemen Iran, Ebrahim Azizi, pada hari Minggu memperingatkan bahwa setiap campur tangan AS di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Peringatan tersebut dilontarkan menyusul pengumuman Trump yang mengatakan bahwa pada Senin pagi AS akan memulai "Proyek Kebebasan" untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz, dengan mengerahkan 15.000 personel militer AS, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta kapal perang dan drone.

Masih dari Timur Tengah, sebuah kapal tanker dilaporkan dihantam proyektil tak dikenal saat melintas sekitar 78 mil laut di utara kota Fujairah di Uni Emirat Arab, kata badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada hari Senin. Serangan tersebut menyusul serangan terhadap sebuah kapal pengangkut barang curah oleh beberapa kapal kecil saat melintas ke utara sekitar 11 mil laut di sebelah barat Sirik, Iran, pada hari Minggu, tambah UKMTO.

Sementara itu, dalam pertemuan virtual yang berlangsung pada hari Minggu, tujuh negara anggota utama OPEC+ yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, mengkonfirmasi akan melakukan peningkatan produksi sebesar 188.000 bph pada bulan Juni, dari penyesuaian produksi sukarela tambahan pada bulan April dan November 2023. Keputusan tersebut mengisyaratkan aliansi produsen akan terus melanjutkan peningkatan produksi meskipun UEA telah keluar, kata sumber OPEC+.

Turut membebani harga, Wakil Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed pada hari Sabtu menyatakan optimis bahwa produksi dan ekspor minyak Irak dapat kembali pulih ke tingkat normal dalam waktu tujuh hari pasca berakhirnya krisis di Selat Hormuz. Mohammed mengatakan produksi Irak saat ini mencapai 1,5 juta bph, dengan sekitar 200.000 bph diekspor melalui Ceyhan, sementara dua kapal tanker telah disiapkan dan dua lagi diharapkan akan tiba tergantung pada kondisi keamanan di selat tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $104 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $99 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Factory Orders MoM

0.4%

0%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange published this content on May 04, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on May 04, 2026 at 03:41 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]