Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

01/15/2026 | Press release | Archived content

KJRI Davao City Fasilitasi Dialog Penguatan Kerja Sama Ekonomi Lintas Batas Indonesia–Filipina

Berita
KJRI Davao City Fasilitasi Dialog Penguatan Kerja Sama Ekonomi Lintas Batas Indonesia-Filipina
Tanggal
15 Januari 2026
KJRI Davao City Fasilitasi Dialog Penguatan Kerja Sama Ekonomi Lintas Batas Indonesia-Filipina

Pada 13 January 2026, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City (KJRI Davao City) memfasilitasi pertemuan konsultasi dengan perwakilan SmartInfo Philippine Inc. serta para pemangku kepentingan terkait guna menjajaki peluang menghidupkan kembali kerja sama ekonomi lintas batas antara Indonesia dan Filipina, khususnya di sektor perikanan, konektivitas maritim, dan perdagangan regional.

1 / 2
arrow_back arrow_forward

Pada 13 January 2026, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City (KJRI Davao City) memfasilitasi pertemuan konsultasi dengan perwakilan SmartInfo Philippine Inc. serta para pemangku kepentingan terkait guna menjajaki peluang menghidupkan kembali kerja sama ekonomi lintas batas antara Indonesia dan Filipina, khususnya di sektor perikanan, konektivitas maritim, dan perdagangan regional.

Delegasi dari SmartInfo Philippine Inc. yang terdiri atas (Ret) Mayor Jenderal Reubens Basiao, Bapak Ramon Jao, Bapak Lonie Cosare, dan Bapak Danny Te diterima oleh Konsul Jenderal RI di Davao City, Bapak Agus Trenggono, didampingi oleh PF Ekonomi, Ibu Novita S.D. Supit. Diskusi berfokus pada model kerja sama historis antara Indonesia dan Filipina, khususnya yang melibatkan Sulawesi Utara dan Filipina Selatan (Mindanao) terkait, yang sebelumnya mendukung aktivitas perikanan, industri pengolahan, serta interaksi masyarakat lintas batas.

Delegasi SmartInfo memaparkan usulan untuk mengaktifkan kembali kerja sama perikanan, memulihkan jalur transportasi maritim RoRo, termasuk dengan usulan membuka jalur alternatif konektivitas udara baru yang menghubungkan kota Mati City Provinsi Davao Oriental dengan Miangas - Kab. Sanger Talaud; serta menjajaki penggunaan kapal berlisensi Indonesia untuk layanan angkutan penumpang dan kargo, serta menyoroti pentingnya mengatasi hambatan bahasa dalam lingkungan kerja investasi dan perdagangan kedua wilayah, termasuk cara dalam memahami regulasi bisnis resmi di Indonesia.

Adapun Konjen RI, Bapak Agus Trenggono menyambut baik dialog yang konstruktif dan menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral dengan Filipina melalui mekanisme yang sah, transparan, dan saling menguntungkan, serta mendorong pelaksanaan konsultasi teknis lanjutan, fasilitasi dukungan interpretasi regulasi, dan pertemuan tindak lanjut guna mematangkan model kerja sama yang diusulkan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, PF Ekonomi menegaskan bahwa secara teknis setiap bentuk kerja sama harus selaras dengan kerangka regulasi nasional Indonesia, khususnya dalam tata kelola perikanan, operasional maritim, dan prosedur kepabeanan, serta menekankan pentingnya kepatuhan hukum, koordinasi kelembagaan, dan penyelarasan kebijakan secara bertahap sebelum implementasi inisiatif bersama.

Dalam kesempatan ini, PF. Ekonomi memberikan contoh sukses yakni pelaksanaan ekspor ikan tuna segar langsung dari Kab. Sanger Talaud ke General Santos oleh importir Glaucos Trading Cooperation berbasis di General Santos. Pelaksanaan inisiatif diikuti dengan langkah konkrit yakni dengan memberikan Bimbingan Teknis langsung kepada nelayan dan pelaku usaha di Kab. Sangihe Talaud, diskusi dengan regulator perikanan Filipina yaitu Bereau of Fisheries and Aquatic Resource (BFAR), sehingga proses ekspor ikan tuna segar resmi dari wilayah perbatasan Indonesia Timur ke Filipina Selatan dapat berjalan lancar pada tahun 2024.

Pihak SmartInfo Filipina sangat terkesan dengan dukungan dan inisiatif penuh KJRI Davao City ini, dan ingin mengusulkan mekanisme baru yang lebih efektif dan efisien dalam kerja sama perikanan Indonesia Timur dan Filipina Selatan.

Pertemuan ditutup dengan kesepahaman bersama untuk menjaga komunikasi berkelanjutan, menelaah regulasi yang berlaku, serta menyiapkan konsultasi lanjutan antara otoritas terkait dan para pemangku kepentingan guna mendorong realisasi kerja sama ekonomi lintas batas Indonesia-Filipina secara berkelanjutan.

Sumber: KJRI Davao City

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on January 15, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on January 20, 2026 at 15:42 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]