04/16/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/16/2026 02:58
Kobe, 16 April 2026 - Kementerian Perdagangan RI berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka menampilkan produk-produk dari 16 jenama fesyen, aksesori, dan perhiasan Indonesia dalam gerai sementara (pop-up store) di Kobe Marui Department Store, Kobe, Jepang. Pop-up store ini berdiri di lantai 1 di area seluas 80 m2 pada 15-21 April 2026. Promosi di pusat perbelanjaan Jepang menjadi cara aktif Pemerintah Indonesia mendorong produk kreatif unggulan menjangkau konsumen di pasar tujuan ekspor.
"Hadirnya produk-produk Indonesia melalui pop-up store di Kobe menjadi kesempatan untuk memperluas pemasaran produk fesyen dan aksesori Indonesia ke pasar global, khususnya Jepang. Upaya ini perlu dilakukan untuk semakin menunjukkan bahwa kreativitas jenama Indonesia berpotensi besar bersaing di pasar dunia," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi secara terpisah dari Jakarta, menanggapi pelaksanaan pop-up store.
Pada kategori fesyen, sembilan jenama yang dihadirkan, yaitu PROSA Archive, Kain Ibu, Neu Men, Dama Kara, Aruna Creative.id, Rosita Batik Shibori, Tieka Huza, Dan Liris, dan JS Cultura. Kemudian, lima jenama dari kategori aksesori, yakni Kay Leather, Shamara, Miumosa, Malva, dan Long Story Short. Selain itu, dua jenama dari kategori perhiasan adalah Komang Tri Kreasi dan Manika Jewelry. Pop-up store merupakan hasil sinergi Kemendag RI, Konsulat Jenderal RI di Osaka, dan Bateeq Japan.
Konsul Jenderal RI di Osaka John Tjahjanto Boestami menyampaikan, Kobe merupakan salah satu kiblat fesyen di wilayah Jepang Barat. Ia menjelaskan, Kobe bukan sekadar kota fesyen karena tren semata, melainkan buah dari sejarah panjang serta interaksi erat antara industri, gaya hidup, dan budaya masyarakatnya yang elegan. Kobe juga merupakan salah satu kota pelabuhan internasional di Jepang yang sangat penting bagi perdagangan luar negeri. Untuk itu, berbagai peluang kerja sama perdagangan dengan mitra setempat perlu terus dijajaki untuk semakin meningkatkan ekspor produk Indonesia ke pasar Jepang.
"Kami melihat antusiasme pasar Jepang terhadap produk fesyen dan aksesori asal Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu, hadirnya produk-produk Indonesia di Kobe menjadi ajang yang sangat strategis untuk menunjukkan keunggulan kualitas produk Indonesia secara langsung kepada para buyer potensial di Jepang," ujar John.
Sementara itu, Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Didit Akhdiat Suryo menyampaikan, karakteristik buyer di Jepang membuka peluang untuk memperluas produk fesyen dan aksesori Indonesia di Negeri Sakura. "Konsumen di Jepang sangat menghargai kualitas dan desain, serta terbuka terhadap produk internasional yang memiliki nilai estetika dan cerita. Rangkaian kegiatan pop-up store di Kobe menjadi langkah strategis promosi dan penguatan awareness produk fesyen dan aksesori Indonesia di pasar Jepang," ujar Didit.
Zoe Natasha, desainer PROSA Archive menyampaikan, keterlibatannya pada pop-up store menjadi langkah awal bagi produknya untuk berekspansi ke Jepang. "Dengan potensi pasar Jepang yang sangat besar, kami berharap produk kami dapat diterima di sini untuk menjalin kerja sama bisnis antara perusahaan kami dan perusahaan Jepang," kata Zoe.
Selaras dengan Zoe Natasha, pemilik Tieka Huza berharap keterlibatannya dalam pop-up store menjadi kesempatan untuk memperkenalkan batik di pasar Jepang. "Partisipasi ini menjadi kesempatan kami untuk memperkenalkan batik Indonesia dalam perspektif modern yang relevan di pasar Jepang, sekaligus memperkuat positioning global dan identitas merek berbasis warisan budaya," ujar Atikah.
Peragaan Busana dan Kunjungan Perusahaan di Kobe
Masih dalam rangkaian pop-up store, Indonesia akan menggelar peragaan busana, kunjungan perusahaan, dan penjajakan bisnis di Kobe. Peragaan busana akan digelar di Sannomiya Central Street, Kobe pada 19 April 2026. "Sannomiya Central Street merupakan area perbelanjaan dengan lalu lintas pejalan kaki yang tinggi. Dengan digelarnya peragaan busana, kami harap pelaku usaha Indonesia mendapat terpaan (exposure) maksimal dan menarik perhatian media lokal," ujar Puntodewi.
Sementara itu, penjajakan bisnis dan kunjungan perusahaan akan dilaksanakan pada 20 April 2026 ke perusahaan Stylem, Uni Textile, dan Caitac. Penjajakan bisnis dan kunjungan perusahaan ini dilakukan untuk menindaklanjuti promosi melalui pop-up store dan peragaan busana, sekaligus menjajaki peluang kerja sama dagang dan perluasan akses pasar produk fesyen Indonesia di Jepang.
--selesai--